Senin, 06 Juni 2011


Langkah langkah Relaksasi Otot Progresif




 Relaksasi merupakan salah satu teknik pengelolaan diri yang didasarkan pada cara kerja sistem syaraf simpatetis dan parasimpatetis ini. Teknik relaksasi semakin sering dilakukan karena terbukti efektif mengurangi ketegangan dan kecemasan (Jacobson & Wolpe dalam Utami, 2002), membantu orang yang mengalami insomnia (Friedman et.al. 1991), dan asma (Huntley, et.al., 2002).
A. Teknik Relaksasi
1. Definisi
Relaksasi adalah suatu keadaan dimana seseorang terbebas dari tekanan dan kecemasan atau kembalinya keseimbangan (equilibrium) setelah terjadinya gangguan (Oxford-University,1998). Tujuan dari teknik relaksasi adalah mencapai keadaan relaks menyeluruh, mencakup keadaan relaks secara fisiologis, secara kognitif dan secara behavioral, secara fisiologis, keadaan relaks ditandai dengan penurunan kadar epinefrin dan non-epinefrin dalam darah, penurunan frekuensi denyut jantung (sampai mencapai 24 kali per menit), penurunan frekuensi napas (sampai 4-6 kali per menit), penurunan ketegangan otot, metabolisme menurun, vasodilatasi dan peningkatan temperatur pada ekstremitas (Townsend, 1977).
Manifestasi kognitif pada keadaan relaks adalah perubahan status kesadaran dari beta dimana kondisi mental berada dalam keadaan siaga penuh menjadi alfa yang menunjukkan status kesadaran, kemampuan menganalisa, konsentrasi, kreativitas, dan proses meningkat. Sedangkan manifestasi behavioral pada keadaan relaks adalah distraksi pada stimulus lingkungan menurun, merespon pertanyaan yang diajukan walau tidak berniat melakukan interaksi verbal, tenang, tanpa tanda-tanda kelelahan; tingkah laku umum seperti mata menutup, rahang menegang, jari-jari membuka, dan kepala menyandar atau jatuh kesamping (Townsend, 1977).
2. Jenis-Jenis Teknik Relaksasi
Teknik relaksasi merupakan tindakan eksternal yang mempengaruhi respon internal individu terhadap nyeri. Lemone, et.all, 1996 menyebutkan bahwa tindakan relaksasi mencakup 1) latihan pernapasan diafragma; 2) teknik relaksasi progresif; 3) guided imagery; 4) meditasi. Beberapa contoh teknik relaksasi :
a. Teknik relaksasi pernapasan dalam (deep breathing)
Teknik pernapasan dalam merupakan teknik dasar dari perkembangan teknik relaksasi lainnya. Dasar konsep teknik pernapasan adalah semakin banyak paru terpenuhi oleh oksigen maka semakin turun derajat ketegangan. Teknik relaksasi pernapasan bermanfaat karna efektif mereduksi kecemasan (misal karena operasi), depresi, iritabilitas (sensitif, cepat tersinggung ) ketegangan, kelelahan (Davis et.all,1995).
Teknik relaksasi dengan latihan nafas dalam sangat mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja yang dibutuhkan hanya posisi paling nyaman (bisa duduk, berbaring, berdiri) taruh satu tangan diatas perut yang lainya diatas dada kemudian ambil nafas sampai terasa memenuhi seluruh kapasitas paru, tahan nafas sesaat keluarkan perlahan melalui bibir seperti anda mau bersiul agar aliran udarah terkontrol, rasakan perubahan kontur abdomen sewaktu dikosongkan, ulangi siklus inspirasi-ekspirasi sambil terus fokuskan seluruh kesadaran pada suara nafas, jalani latihan ini selama 5 sampai 10 menit (Townsend, 1977 ).

b. Guided imagery
Guided imagery adalah sebuah proses yang menggunakan kekuatan pikiran dengan mengarahkan tubuh untuk menyembuhkan diri memelihara kesehatan atau relaks melalui komunikasi dalam tubuh melibatkan semua indra (visual, sentuhan, penciuman, penglihatan dan pendengaran). Dengan begitu terbentuklah keseimbangan antara pikiran, tubuh dan jiwa.
Tujuan dari guided imagery adalah mengarahkan secara lembut seseorang ke dalam keadaandimana pikiran mereka tenang dan tetap. Teknik guided imageri dimulai dengan proses relaksasi pada umumnya yaitu meminta kepada klien untuk perlahan-lahan menutup matanya dan fokus pada nafas mereka. Klien didorong untuk relaks, mengosongkan pikiran dan memenuhi pikiran dengan bayangan yang membuat damai dan tenang.
Klien dibawa menuju tempat spesial dalam imajinasi mereka (misal: sebuah pantai tropis, air terjun, lereng pegunungan, dll), mereka dapat merasa aman dan bebas dari segala gangguan (interupsi). Pendegaran difokuskan pada semua detail dari pemandangan tersebut, pada apa yang terlihat, terdengar dan tercium dimana mereka berada di tempat special tersebut.
Dalam melakukan teknik ini,dapat juga digunakan uadiotape dengan musik yang lembut atau suara-suara alam sebagai background, waktu yang digunakan 10-20 menit. Manfaat guided imagery diantaranya mengurangi stress dan kecemasan, mengurangi nyeri, mengurangi efek samping, mengurangi tekanan darah tinggi, mengurangi level gula darah (diabetes), mengurangi alergi dan gejala pernapasan, mengurangi sakit kepala, mengurangi biaya rumah sakit, meningkatkan penyembuhan luka dan tulang, dan lain-lain (Townsend, 1977).
c. Teknik relaksasi Progresif
teknik relaksasi progresif adalah teknik relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan atau sugesti.

B. Teknik Relaksasi Progresif
1. Definisi relaksasi Progresif
Edmund Jacobson (1929) dalam bukunya menjelaskan bahwa teknik relaksasi progresif adalah teknik relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan atau sugesti. Berdasarkan kenyakinan bahwa tubuh manusia berespon pada kecemasan dan kejadian yang merangsang pikiran dengan ketegangan otot (Davis, dkk, 1995).
Teknik relaksasi progresif adalah memusatkan perhatian pada suatu aktifitas otot, dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaks (Murphy, 1996).
2. Pengunaan Teknik Relaksasi Progresif Mempunyai Keuntungan
a. Bagi individu yang mengunakan latihan relaksasi progresif akan memberikan kesempatan yang baik untuk latihan, dengan demikian akan meningkatkan keterampilan dasar relaksasi;
b. Bagi individu yang mengalami ketegangan kronis akan menolong untuk mengelolah melemahkan rangsangan sehari – hari;
c. Bagi individu yang menjadi tegang dalam situasi – situasi khusus, (Bernstein dan Borkovic, 1973).
Sedangkan menurut Townsend, 1996 menjabarkan keuntungan dari teknik ini adalah menurunkan ketegangan otot, kecemasan, insomnia, depresi, kelelahan, iritabilitas, spasma otot, nyeri leher – punggung, tekanan darah tinggi, fobi ringan, dan gagap ringan.
3. Posisi Dalam Melakukan Teknik Relaksasi Progresif
Posisikan tubuh secara nyaman yaitu dengan berbaring dengan bantal dibawah kepala dan lutut, atau duduk dikursi dengan kepala ditopang.
4. Cara Melakukan Teknik Relaksasi Progresif
Cara melakukan teknik relaksasi progresif adalah: a) Kepalkan kedua telapak tangan, kencangkan bisep dan lengan bawah (sikap Charles Atlas) selama lima sampai tujuh detik. Anjur klien untuk memikirkan rasanya dan tegangkan otot sepenuhnya kemudian relaks.selama 12 sampai 30 detik; b) Kerutkan dahi ke atas, pada saat yang sama tekan kepala sejauh mungkin ke belakang, putar searah jarum jam dan kebalikannya selanjutnya relaks; kemudian kerutkan otot muka seperti menari: cemberut, mata dikedipkan, bibir dimonyongkan kedepan lidah ditekan di langit-langit, dan bahu dibungkukkan. Di lanjutkan selama lima sampai tujuh detik. Anjur klien untuk memikirkan rasanya dan tegangkan otot sepenuhnya kemudian relaks.selama 12 sampai 30 detik; c) Lengkungkan punggung ke belakang sambil menarik napas dalam masuk, tekan keluar lambung, ditahan. Relaks. Nafas dalam, tekan keluar perut, tahan, relaks; d) Tarik kaki dan ibu jari ke belakang mengarah ke muka,tahan, relaks. Lipat ibu jari, secara serentak kencangkan betis, paha, dan pantat selama lima sampai tujuh detik. Anjur klien untuk memikirkan rasanya dan tegangkan otot sepenuhnya kemudian relaks.selama 12 sampai 30 detik.
Selama melakukan teknik relaksasi catat respon non verbal klien, jika klien menjadi agitasi atau tidak nyaman, hentikan latihan , dan jika klien terlihat kesulitan relaxing hanya sebagian tubuh,perawat melambatkan kecepatan latihan dan berkonsentrasi pada bagian tubuh yang tegang. (Greenberg, 2002).



Berikut adalah langkah awal yang dilakukan adalah sebuah ruang (dapat tertutup atau terbuka) yang memungkinkan udara bebas keluar masuk sangat dianjurkan dalam latihan relaksasi. Kursi yang dapat fleksibel naik dan turun (lihat gambar 1) lebih diutamakan daripada tempat tidur sehingga dapat diletakkan di tempat-tempat yang diinginkan.
Berikut dipaparkan masing-masing gerakan dan penjelasan mengenai otot otot yang dilatih:
langkah relaksasi otot progresifGerakan pertama ditujukan untuk melatih otot tangan yang dilakukan dengan cara menggenggam tangan kiri sambil membuat suatu kepalan. Klien diminta membuat kepalan ini semakin kuat (gambar 2), sambil merasakan sensasi ketegangan yang terjadi. Pada saat kepalan dilepaskan, klien dipandu untuk merasakan rileks selama 10 detik. Gerakan pada tangan kiri ini dilakukan dua kali sehingga klien dapat membedakan perbedaan antara ketegangan otot dan keadaan relaks yang dialami. Prosedur serupa juga dilatihkan pada tangan kanan.
Gerakan kedua adalah gerakan untuk melatih otot tangan bagian belakang. Gerakan ini dilakukan dengan cara menekuk kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah menegang, jari-jari menghadap ke langit-langit (gambar 2).
Gerakan ketiga adalah untuk melatih otot-otot Biceps. Otot biceps adalah otot besar yang terdapat di bagian atas pangkal lengan (lihat gambar 3). Gerakan ini diawali dengan menggenggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-otot biceps akan menjadi tegang.
langkah relaksasi otot progresiflangkah relaksasi otot progresif
Gerakan keempat ditujukan untuk melatih otot-otot bahu. Relaksasi untuk  mengendurkan bagian otot-otot bahu dapat dilakukan dengan cara mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan bahu akan dibawa hingga menyentuh kedua telinga. Fokus perhatian gerakan ini adalah kontras ketegangan yang terjadi di bahu, punggung atas, dan leher.
Gerakan kelima sampai ke delapan adalah gerakan-gerakan yang ditujukan untuk melemaskan otot-otot di wajah. Otot-otot wajah yang dilatih adalah otot-otot dahi, mata, rahang, dan mulut. Gerakan untuk dahi dapat dilakukan dengan cara mengerutkan dahi dan alis sampai ototototnya  terasa dan kulitnya keriput. Gerakan yang ditujukan untuk mengendurkan otot-otot mata diawali dengan menutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang mengendalikan gerakan mata (gambar 5).
langkah relaksasi otot progresif
Gerakan ketujuh bertujuan untuk mengendurkan ketegangan yang dialami oleh otot-otot rahang dengan cara mengatupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi-gigi sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang.
Gerakan kedelapan ini dilakukan untuk mengendurkan otot-otot sekitar mulut. Bibir  dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan dirasakan ketegangan di sekitar mulut.
Gerakan kesembilan (gambar 7) dan gerakan kesepuluh (gambar 7) ditujukan untuk merilekskan otot-otot leher bagian depan maupun belakang. Gerakan diawali dengan otot leher bagian belakang baru kemudian otot leher bagian depan. Klien dipandu meletakkan kepala sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk menekankan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga klien dapat merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung atas.
langkah relaksasi otot progresif
Sedangkan gerakan kesepuluh bertujuan untuk melatih otot leher bagian depan (lihat gambar 7). Gerakan ini dilakukan dengan cara membawa kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke dadanya. Sehingga dapat merasakan ketegangan di daerah leher bagian muka.
Gerakan kesebelas bertujuan untuk melatih otot-otot punggung. Gerakan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggung dilengkungkan, lalu busungkan dada sehingga tampak seperti pada gambar 6. Kondisi tegang dipertahankan selama 10 detik, kemudian rileks. Pada saat rileks, letakkan tubuh kembali ke kursi, sambil membiarkan otot-otot menjadi lemas.
Gerakan berikutnya adalah gerakan keduabelas, dilakukan untuk melemaskan otototot dada. Pada gerakan ini, klien diminta untuk menarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut. Pada saat ketegangan dilepas, klien dapat bernafas normal dengan lega. Sebagaimana dengan gerakan yang lain, gerakan ini diulangi sekali lagi sehingga dapat dirasakan perbedaan antara kondisi tegang dan rileks.
langkah relaksasi otot progresif
Setelah latihan otot-otot dada, gerakan ketigabelas bertujuan untuk melatih otot-otot perut. Gerakan ini dilakukan dengan cara menarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian menahannya sampai perut menjadi kencang dank eras. Setelah 10 detik dilepaskan bebas, kemudian diulang kembali seperti gerakan awal untuk perut ini. Gerakan 14 dan 15 adalah gerakan-gerakan untuk otot-otot kaki. Gerakan ini dilakukan secara berurutan.
Gerakan keempatbelas bertujuan untuk melatih otot-otot paha, dilakukan dengan cara meluruskan kedua belah  telapak kaki (lihat gambar delapan) sehingga otot paha terasa tegang. Gerakan ini dilanjutkan dengan mengunci lutut (lihat gambar delapan), sedemikian sehingga ketegangan pidah ke otot-otot betis. Sebagaimana prosedur relaksasi otot, klien harus menahan posisi tegang selama 10 detik baru setelah itu melepaskannya. Setiap gerakan dilakukan masing-masing dua kali.

Jumat, 25 Februari 2011

sub,sistem dan supra sistem


 S O A L
 Pasien A ( 60 th ) di rawat di ruang Penyakit Dalam sejak 6 hari yang lalu, karena    tidak mau makan badanya lemah.             
Hasil laboratorium dan TTV tidak ditemukan kelainan ( Semuanya normal )
- Menurut anak tertua ny.A . Ibunya mengatakan lemas dan tidak mau makan sejak adiknya
   Meninggal 7 hari yang lalu.
- Suami ny A meninggal 4 tahun yang lalu.
- Ny.A akan di bawa pulang jika tidak ada perubahan.
- Perawat merasa  tidakj berhasil untuk melakukan asuhan keperawatan,jika ny A pulang
   Dalam kondisi tidak ada perubah.

IDENTIFIKASI

SUB SISTEM
S E L
 Sel merupakan bag terkecil dari tubuh dan setiap jaringan organ Terdapat sel, termasuk sel yang terdapat pada sal pencernaan. Sel autosom/Sel tubuh  mempunyai proses perkembangbiakan Atau pembelahan untuk berkembang biak.Beberapa bahan makan/cairan yg diserap oleh Sel digunakan sebagai Bahan baker, bila bahan makanan/cairan dipecahkan (katabolisme )Energi yg disimpan didlmnya keluar kemudian digunakan sel sbg  Bahan panas, sekresi kel,gerak & fungsi syaraf. Sel sel yg rusak terjadi proses pergantian,pertumbuhan & perbaikan, maka proses ini disebut proses METABOLISME SEL.
Penjabarannya :
Karena ny A tidak mau makan secara otomatis proses metabolisme sel terganggu yg semestinya ada asupan zat makanan/cairan yg harus diproses didalam sel, dan ini sangat menganggu proses metabolisme sel.Sehubungan dgn terganggunya proses tersebut maka sel mengambil zat makanan dari sel sel lain yg masih mempunyai cadangan energi pada sel tersebut.

ORGAN
Organ adalah kumpulan integrasi dari dua atau lebih jaringan yg bersama-sama melakukan fungsinya secara khusus.
Jaringan Epitel yg melapisi Lambung & melindunginya, Otot Lambung yg memproses makanan dgn gerakan peristaltiknya masuk ke usus halusuntuk diproses, dan syaraf menyampaikan tanda-tanda yg dikenali seperti lapar, haus dll.
Letak Lambung tepat dibawah diafragma, dalam keadaan kosong menyerupai tabung berbentu “ J “ , & dlm keadaan penuh menyerupai buah pear.
Kapasitas normal Lambung 1 – 2 liter.
Secara Anatomi Lambung mempunyai 3 bagian ( Fundus,Corpus dan Pilorus )
Fungsi Lambung :
-          Menampung, menyimpan makanan yg dicerna
-          Mencampur, memecahkan makanan menjadi partikel & bercampur dgn getah lambung.
-          Pengunyahan Lambung, yg diatur oleh factor syaraf & Hormonal ( Emosional,aktivitas,obat-obtan & olahraga)

Penjabarannya :
Sesuai dgn fungsi Lambung yaitu Menampung,mencampur dan pengunyahan zat makanan di dalam Lambung,
Ny. A tidak mendapatkan asupan makanan sehingga  organ pencernaan (Lambung ) tidak berfungsi secara normal yang membuat proses metabolisme di dalam lambung terganggu,sehingga  membuat tidak ada energi yang tersimpan didalam tubuh nya yang mengakibatkan ny A lemah.

SISTEM ORGAN
Tubuh manusia terdiri dari beberapa system salah satunya adalah system Pencernaan yang dimulai dari mulut,osofagus/keronggkonggan, gaster, usus halus, usus besar, dan anus.
Sistem Pencernaan terdiri dari organ yg menghasilkan energi melalui mekanisme untuk pencernaan,dan untuk pertukaran terjadinya metabolisme tubuh .
System pencernaan sangat berkaitan dgn sistem2 organ tubuh lainnnya a.n (Kardiavaskuler,urinary,syaraf. Dll)
Organ lain yang mendukung proses pencernaan adalah : hati,pangkreas,empedu,dan linfa
Penjabaraannya :
KarenA ny A ttidak mau makan sehingga tidak ada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh untuk dicerna dan diproses maka sangat mempengaruhi sal pencernaan & organ organ pendukung system pencernaan dan sistem sistem yang lain,seperti sistem respirasi,cardiovaskuler dll.

S I S T E M

MANUSIA/INDIVIDU
Di lihat dari segi psikologis nya ny A tentang apa yang dialaminya maka kemungkinan terjadi :
-          Ny A merasa putus asa, sedih, trauma atas semua kejadian yang dialaminya.
-          Ny.A merasa tidak berguna di dalam keluarga atau merasa gagal dalam menjalankan fungsinya .
-          Ny A merasa Sang Pencipta /Tuhan tidak Adil dengan semua yang dialaminya beliaupun berkata “ Kenapa harus saya “?
Stres dapat ditimbulkan oleh perubahan faali tubuh, seseorang yang terjadi perubahan fase kehidupan akibat fluktuasi hormone dan penuaan.
Potensi stress yang utama juga dating dari pikiran yang terus menerus,perasaan sedih,kecewa,putus asa,tudak,bahagia,kurang nafsu maka,sakit kepala dll.
Ny A mengalami gangguan psikis karena kehilangan pendamping hidupnya,dan kini anaknya yang menjadi tumpuan hidupnya pun telah meninggalkannya.sehingga kurang percaya diri dan rendah hati.

SUPRA SISTEM
Mengidentifikasi masalah yg terjadi pada Ny A
Interakasi adalah hubungan yg dinamis yg menyangkut hub antara individu dan individu,individu dan kelompok,serta individu dan masyarakat.

KELUARGA

Lingkungan yang paling dekat dank arena nya sangat mudah mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang adalah keluarga.
Seorang ibu yang sudah tua,kehadiran dan perhatian anak-anaknya adalah sangat penting mempengaruhi kejiwaan dan kondisi fisiknya.Peranan keluarga sangat dibutuhkan guna memberi semangat baru,kepercayaan bahwa hidup tidak sendiri,menghibur dan menemani Ny A yang sedang berduka,dan masih ada anak yang lain yang bias menopang hidupnya.
Secara indivudu Ny.A dalam keluarga adalah berstatus sebagai seorang ibu/orangtua terhadap anak-anaknya,yaitu yang berstatus sebagai single parent yang menjadi tulang punggung keluarga,sihingga ny A adanya gangguan psikologis/stres karena ditinggal mati suami dan anaknya.Maka segala funsinya sebagai orantua tunggal ataupun penopang keluarga tidak dapat terpenuhi secara maksimal.

KELOMPOK
Orang yang banyak mengikuti kegiatan sosial seperti pengajian ,dakwah, dan kegiatan sosial lain akan merasa dirinya diperhatikan sebagai bagian dari kebersamaan.Biasanya dalam perkumpulan seperti itu, kebutuhan dan kesuliatan bersama dibicarakan.Aktifitas-aktifitas seperti itu perlu makin dikembangkan guna mengatasi rasa cemas dalam kehidupan.Dengan demikian kebutuhan akan perhatian akan dihargai.
Interakasi seorang individu dengan kelompoknya disini akan terjadi kontak sosial yang merupakan aksi dari seseorang dengan kelompoknya.
Sehubugan dengan masalah psikologis ny A yang dialaminya sehingga hubungan dengan kelomponya (missal Pengajian,RW,RT dll) mengalami kemunduran sosialnya terhadap kelompoknya yang membuat nyA sering menarik diri,sedih,putus asa melamun,merasa hidup ini terasa berat, akibatnya :
-          kurangnya komunikasi ny A terhadap kelomponnya
-          kurangnya mendapat nasihat/masukan dari orang lain
-          dll

MASYARAKAT

Masyarakat yang berpaham matrialistik cenderung induvidialis Kepakaan terhadap lingkungan sosialnya sangat rendah,hubungan interpersonal semakin fungsional dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.seperti keramahn,perhatian,toleransi dan tenggang rasa.Mengakibatkan tekanan isolasi dan keterasingan kian kuat,orang makin mulai kesepian ditengah keramaian.
Kurangnya respon masyarakat sekitar terhadap apa yang dialami ny A yang membuat gejolak psikologisnya terganggu.
Lingkungan masyarakat yang kurang simpatik terhadap keluarga ny A .



                                            
                                           SEKIAN DAN TERIMA KASIH
                          

antropologi kesehatan


 

SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI KESEHATAN

HUBUNGAN MANUSIA DAN BUDAYA PENGERTIAN PERAN, STATUS, NILAI, NORMA DAN BUDAYA

                                                   
                                                    DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK IV
1.UMAR HABIB
       2.SYAMSUL BAHRI
                                                     3.WIDIA
           4.GUSTI KURNIAWATI
           5.MARIA MAGDALENA
Mitra Lampung







SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM KEPERAWATAN
UMITRA
2010/2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur pada Allah subhanahu wa taala yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kajian Budaya. Penulisan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas kuliah Sosiologi dan Anthropologi Kesehatan Makalah ini disusun oleh kelompok IV berdasarkan materi yang telah dipelajari dan pengkajian secara ilmiah kelompok kami. Penulis berharap makalah ini dapat memenuhi persyaratan kelulusan mata kuliah Antropologi dan Sosialogi. Meskipun makalah ini masih jauh dari kesan sempurna karena keterbatasan pengetahuan kami mengenai pengkajian budaya di Indonesia, dengan segenap kesadaran diri kami sangat mengharapkan saran dan kritik para pembaca yang dapat membantu kami untuk lebih memahami pengkajian budaya di Indonesia yang sangat beraneka ragam.

                                                                        Bandar Lampung, November 2010
                                                      
                                                            Kelompok IV








BAB I
 PENDAHULUAN

Latar Belakang
Secara etimologis, Sosiologi berasal dari kata latin, Socius yang berarti kawan dan kata Yunani Logos yang berarti kata atau yang berbicara. Jadi Sosiologi adalah berbicara mengenai masyarakat. Bagi Comte, Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umun yang merupakan hasil akhir dari perkembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu Sosiologi didasarkan pada kemajuan yang telah dicapai ilmu pengetahuna sebelumnya. Pitirim Sorokim mengatakan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi) dengan gejala lainnya (nonsosial). Berbeda dengan pendapat Rouceke dan Warren yang mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok-kelompok. Nah berasarkan uraian di atas, maka Sosiologi adalah jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat sebagai ilmu. Ia berdiri sendiri karena telah memiliki unsur ilmu pengetahuan. Dalam ilmu Sosiologi dipelajari juga mengenai Peran, Status atau kedudukan, Nilai, Norma dan juga Budaya atau kebudayaan. Kesemuanya ini merupakan hal-hal yang sangat erat kaitannya dengan ilmu Sosiologi. Rumusan Masalah Dalam rumusan masalah di sini, maka akan dicari jawaban daripada : Apakah pengertian Peran/peranan.role dalam ilmu Sosiologi? Apakah pengertian Status/kedudukan dalam ilmu Sosiologi? Apakah pengertian Nilai dalam ilmu Sosiologi? Apakah pengertian Norma dalam ilmu Sosiologi? Apakah pengertian Budaya/Kebudayaan dalam ilmu Sosiologi?
Tujuan
Tujuan Umum
Secara umum makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami konsep Sosiologi dan Antropologi Kesehatan Masyarakat yang berorientasi terhadap norma,sosial,dan kebudayaan di  masyarakat.
Tujuan Khusus
Melalui makalah ini diharapkan semua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Umitra Lampung dapat memahami dengan sebenarnya Ilmu Sosiologi dan Antropologi Kesehatan yang lebih seksama dalam penerapannya di masyarakat yang kompleks yang mempunyai adat istiadat,norma,peran,status,nilai dan kebudayaan yang berbeda.
  Manfaat
Makalah ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan sederhana dalam menambah dan wawasan Ilmu Sosiologi dan Antropologi yang bertujuan mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah Evolusi dan sejarah kebudayaan manusia,serta dapat mengerti tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka gejala social di masyarakat. Memberikan gambaran teori mengenai Peran, Status, Nilai, Norma, dan juga Budaya/kebudayaan dalam kaitannya dengan masyarakat sebagai sasaran ilmu Sosiologi.  Sebagai arahan agar mahasiswa dapat mengkorelasikan hubungan antara teori Peran, Status, Nilai, Norma dan Budaya/kebudayaan dengan kehidupan masyarakat di kehidupan yang nyata





BAB II
PENGERTIAN PERAN, STATUS, NILAI, NORMA DAN
BUDAYA/KEBUDAYAAN PERAN

Peranan
Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Artinya, apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka dia telah menjalankan suatu peranan. Suatu peranan paling tidak mencakup tiga hal berikut :
1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat
2. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi
3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial. Peranan yang melekat pada diri seseorang harusa dibedakan dengan posisi dalam pergaulan masyarakat. Posisi seseorang dalam masyarakat (social-position) merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam masyarakat. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri, dan sebagai suatu proses. Jadi, seseorang menduduki suatu posisi dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan
Status
Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajibankewajibannya. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan digambarkan dengan istilah “kedudukan” (status) saja. Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan(status), yaitu sebagai berikut :
 1.Ascribed Status yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan-perbedaaan rohaniah dan kemampuan. Kedudukan ini diperoleh karena kelahiran
2. Achieved Status yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usahausaha yang disengaja. Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. Kadang-kadang dibedakan lagi satu macam kedudukan, yaitu Assigned Status yang merupakan kedudukan yang diberikan. Status ini sering berhubungan erat dengan Achieved Status, dalam arti bahwa suatu kelompok atau golonganmemberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat
Nilai
Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara apda masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun. Drs. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Selain itu, nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Contohnya ketika menghadapi konflik, biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku
manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya.
 1. Kimball Young Mengemukakan nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang dianggap penting dalam masyarakat
 2. A.W.Green Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek
 3. Woods Mengemukakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama serta mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
4. M.Z.Lawang Menyatakan nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang pantas,berharga,dan dapat mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang bernilai tersebut
5. D.Hendropuspito Menyatakan nillai sosial adalah segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia(smaeli-pare.org)
 Norma
 Norma dalam sosiologi adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku. Dalam kehidupannya, manusia sebagai mahluk sosial memiliki ketergantungan dengan manusia lainnya. Mereka hidup dalam kelompok-kelompok, baik kelompok komunal maupun kelompok materiil. Kebutuhan yang berbeda-beda, secara individu/kelompok menyebabkan benturan kepentingan. Untuk menghindari hal ini maka kelompok masyarakat membuat norma sebagai pedoman perilaku dalam menjaga keseimbangan kepentingan dalam bermasyarakat.
Budaya/kebudayaan
 Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat





BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Peranan adalah aspek dinamis dari kedudukan, yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain, dalam arti lingkungan pergaulannya, prestisenya, dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan digambarkan dengan istilah “kedudukan” (status) saja. Nilai (Nilai Sosial) adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Norma adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Budaya adalah hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan merupakan keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat
Saran
Seharusnya manusia sadar akan peranannya di dalam masyarakat itu, menghargai nilai-nilai yang dipercaya oleh mayarakat, status sosial seseorang di nilai dari ke aktifan orang itu di dalam masyarakat Norma masyarakat yang di buat oleh masyarakat dan untuk masyarakat, seharusnya harus di patuhi bukannya di langgar, namun ada kalanya norma itu dilanggar ketika norma itu melanggar agama dll. Hargai orang lain, supaya kita dihargai oleh rang lain karena tingkah laku kita mempengaruhi kedudukan sosial kita.
DAFTAR PUSTAKA

1.Soerjono Soekanto.2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja      Grafindo Persada Ensiklopedi Indonesia, 16.45, 18 Februari 2009 2.www.id.wikipedia.org