Senin, 06 Juni 2011

penerapan antropologi kesehatan
















  MAKALAH

  ILMU SOSIAL DASAR

      HUBUNGAN  HIPNOTHERAPI  DENGAN   

                                     ANTROPOLOGI KESEHATAN

                                                   
DI SUSUN OLEH :
   KELOMPOK II

UMAR HABIB          NPM  : 105141010
MIRTA                      NPM  : 105141015
SEPTRIANA             NPM  : 105141022
NETI MAYASARI   NPM  : 105141014 
Mitra Lampung






SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MITRA LAMPUNG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
TAHUN 2011






KATA PENGANTAR

Puji dan syukur pada Allah subhanahu wa taala yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu kesehatan yang terkini,yaitu hubungan Hipnotherapi dengan Antropologi Kesehatan. Penulisan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas kuliah Ilmu Sosial Dasar . Makalah ini disusun oleh kelompok II berdasarkan materi yang telah dipelajari dan pengkajian secara ilmiah kelompok kami. Penulis berharap makalah ini dapat memenuhi persyaratan kelulusan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar . Meskipun makalah ini masih jauh dari kesan sempurna karena keterbatasan pengetahuan kami mengenai pengkajian HIPNOTERAPI  dengan segenap kesadaran diri kami sangat mengharapkan saran dan kritik para pembaca yang dapat membantu kami untuk lebih memahami pengkajian isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu Kesehatan di Indonesia yang sangat beraneka ragam.seperti Hipnotis dan Hipnoterapi.

                                                                        Bandar Lampung,  Maret 2011
                                                      
                                     Kelompok II








BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia.
Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, diantaranya:
  1. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes)
  2. Di beberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir
  3. Kelompok 'healers' ditemukan dengan bentuk yang berbeda di setiap kelompok masyarakat
  4. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh
  5. Adapun perhatian terhadap suatu keberadaan 'sakit' atau 'penyakit' tidak secara individual, terutama "illness dan sickness" pada keluarga ataupun masyarakat.
Jika diumpamakan sebagai kewajiban, maka tugas utama ahli antropologi kesehatan diantaranya: bagaimana individu di masyarakat mempunyai persepsi dan bereaksi terhadap "ill" dan bagaimana tipe pelayanan kesehatan yang akan dipilih, untuk mengetahui mengenai budaya dan keadaan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Ada beberapa ilmu yang berhubungan dengan antropologi dan saling berkontribusi dalam memberikan sumbangan untuk perkembangan ilmu lain. Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi.
Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu. Contoh: penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota keluarga.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut:
  1. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun.

    Contoh pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
  2. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.
  3. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan interpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.
Ada beberapa ilmu yang memberikan sumbangan terhadap antropologi kesehatan, antara lain:
  1. Antropologi fisik/biologi/ragawi, Contoh: nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi.
  2. Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah.
  3. Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama.
  4. Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
Hipnoterapi
Adalah suatu bentuk bagian dari antropologi kesehatan yaitu cabang antropologi Etnopsikiatrin yang merupakan tindakan yang mengarah pada perbuatan positif untuk membantu seseorang dalam mengatasi masalah kesehatannya.Di Indonesia keberadaan Hipnoterapi mendapatkan perhatian masyarakat sehingga banyak sekali program-program hipnoterapi tersebut beredar sangat cepat baikmelalui media elektronik maupun media masa.
Hipnoterapi merupakan bentuk pengobatan non medis yang sudah membudaya sejak jaman dahulu,tetapi hipnoterapi dahulu masih menggunakan bahan-bahan mantra,dewa-dewa dan lain sebagainya, tetapi untuk sekarang ini penggunaan hipnoterapi dapat dilakukan oleh siapapun asalkan bisa berkonsentrasi.


TUJUAN
Tujuan Umum
Secara umum makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami konsep Sosiologi dan Antropologi Kesehatan Masyarakat bidang antropologi etnomedisin dan etnopsikitri yaitu isu dan trend sekarang tentang hipnoterapi.tetapi tidak untuk mengajarkannya.


Tujuan Khusus
Melalui makalah ini diharapkan semua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Umitra Lampung dapat memahami dengan sebenarnya Ilmu Sosiologi dan Antropologi Kesehatan yang lebih seksama dalam penerapannya di masyarakat yang kompleks.serta mengerti maksud dan pengertianya tentang hipnoterapi dan bukan mengajarkannya,karena hipnoterapi harus ada ahli therapist tersendiri.
MANFAAT
Makalah ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan sederhana dalam menambah dan wawasan Ilmu Sosiologi dan Antropologi yang bertujuan mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah Evolusi dan sejarah kebudayaan manusia,serta dapat mengerti tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka gejala social di masyarakat. Memberikan gambaran isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu kesehatan yang terkini masih digandrungi oleh banyak kalangan yaitu Hipnoterapi.



















BAB II
TINJAUAN TEORI


A. PENGERTIAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita
Sarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena
antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat
dan pengaruh unsur budaya saja. Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari
itu seperti Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu antropologi
mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya (1984;76). Pengertian
Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep
yang tepat karena termakutub dalam pengertian ilmu antropologi seperti
disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson,
Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit
dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Pokok perhatian Kutub Biologi :
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Peranan penyakit dalam evolusi manusia
Paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)  
Pokok perhatian kutub sosial-budaya :
Sistem medis tradisional (etnomedisin)
 
Masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional
mereka
Tingkah laku sakit
Hubungan antara dokter pasien
Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat
kepada masyarakat tradisional.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya
dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara
keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi
kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).
Menurut Weaver :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang
menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)
Menurut Hasan dan Prasad :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang
mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk
sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran
(medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran
(medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalahmasalah
kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22)
Menurut Hochstrasser :
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karyakaryanya,
yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan
(Hochstrasser dan Tapp, 1970; 245).Menurut Lieban :
Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,
1034)
Menurut Fabrega :
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:
Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan
didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan
kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan
penyakit.
Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan
terhadap pola-pola tingkahlaku. (Fabrga, 1972;167)
Dari definisi-definisi yang dibuat oleh ahli-ahli antropologi mengenai
Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa Antropologi Kesehatan mencakup:
1. Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam
masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku
manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan
penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari
pengetahuan tersebut;
2. Partisipasi profesional mereka dalam program-program yang bertujuan
memperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar
tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan,
serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan
meningkatkan kesehatan yang lebih baik.


B. SEJARAH PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
Membicarakan sejarah munculnya dan perkembangan Antropologi
Kesehatan, maka kami  harus melihat dari awal mula munculnya istilah ini
dan penelitian-penelitian mengenai hal ini. Uraian sejarah muncul dan
perkembangan antropologi kesehatan dibuat menurut urutan waktu
cetusannya:

Tahun 1849
Rudolf Virchow, ahli patologi Jerman terkemuka, yang pada tahun 1849
menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat
maupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum
sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren
dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial
yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat
ditetapkan sebagai antropologi. Namun demikian tidak dapat dikatakan
bahwa Vichrow berperan dalam pembentukan asal-usul bidang Antropologi
Kesehatan tersebut., munculnya bidang baru memerlukan lebih dari sekedar
cetusan inspirasi yang cemerlang.

Tahun 1953
Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan
terdapat pada tulisan yang ditulis Caudill berjudul “Applied Anthropology
in Medicine”. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi
meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan
suatu subdisiplin baru.

Tahun 1963
Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul “Antropologi Kesehatan”
dan Paul membicarakan “Ahli Antropologi Kesehatan” dalam suatu
artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru
ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari
penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi.
Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah
dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsall (1963) yang berjudul
Medical Behaviour Science yang berorientasi antropologi, sejumlah besar
(3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi
menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi.
 C. AKAR DARI ANTROPOLOGI KESEHATAN
(1) Antropologi fisik/biologi/ragawi, mulanya ilmu antropologi biologi hanya diajarkan pada mahasiswa kedokteran, meskipun dalam perkembangannya antropologi ragawi telah menerima sumbangan ilmu lain yaitu antropolog dan akhirnya dipelajari juga oleh para antropolog. Contoh: nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi;
(2) Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah termasuk di dalam nya tentang pengobatan sihir, religi, magic, hipnotis.
(3) Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama;
(4) Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
Perkembangan Sosiologi Kesehatan


D. ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN EKOLOGI
1. Konsep-konsep Penting dalam Antropologi Kesehatan dan Ekologi
SISTEM adalah Agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling
tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan
sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuksuatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi atau bergerak dalam satu kesatuan.
SISTEM SOSIAL-BUDAYA ATAU KEBUDAYAAN adalah keseluruhan yang integral dalam interaksi antar manusia.
EKOSISTEM adalah suatu interaksi antar kelompok tanaman dan
satwa dengan lingkungan nonhidup mereka (Hardesty 1977;289)
Hubungan, bentuk dan fungsi kesehatan dan penyakit dari

pandangan lingkungan dan sosial-budaya.
Masalah dinamika dari konsekuensi hubungan, bentuk dan fungsi dari kesehatan dan penyakit dengan pendekatan ekologis dan sosial-budaya.

2. Hubungan Antropologi Kesehatan dengan Ekologi
Hubungan manusia dengan lingkungan, dengan tingkahlakunya, dengan
penyakitnya dan cara-cara dimana tingkahlakunya dan penyakitnya
mempengaruhi evolusi dan kebudayaannya selalu melalui proses umpanbalik.
Pendekatan ekologis merupakan dasar bagi studi tentang masalahmasalah
epidemiologi, cara-cara dimana tingkahlaku individu dan
kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang
berbeda-beda dalam populasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh pada
penyakit malaria ditemukan pada daerah berikilim tropis dan subtropis
sedangkan pada daerah beriklim dingin tidak ditemukan penyakit ini, juga
pada daerah diatas 1700 meter diatas permukaan laut malaria tidak bisa
berkembang.
Contoh lain, semakin maju suatu bangsa, penyakit yang dideritapun berbeda
dengan bangsa yang baru berkembang. Penyakit-penyakit infeksi seperti
malaria, demam berdarah, TBC, dll pada umumnya terdapat pada negaranegara
berkembang, sedangkan penyakit-penyakit noninfeksi seperti stress,
depresi, kanker, hipertensi umumnya terdapat pada negara-negara maju. Hal
ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang berbeda pada kedua
kelompok tersebut.
Kelompok manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan manusia harus
belajar mengeksploitasi sumber-sumber yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhannya. Interaksi ini dapat berupa sosial psikologis dan budaya yang
sering memainkan peranannya dalam mencetuskan penyakit. Penyakit
adalah bagian dari lingkungan hidup manusia.
3. Paleopatologi
Paleopatologi adalah studi mengenai penyakit-penyakit purba. Para ahli
peleopatologi melakukan studi pada tulang-tulang manusia purba, kotoran,
lukisan pada dinding, patung, mumi, dan lain lain untuk menemukan
penyakit-penyakit infeksi pada manusia purba. Studi untuk mengetahui
penyakit manusia purba dari fosil-fosil ini, pada umumnya hanya terbatas
hanya mengetahui pada penyakit-penyakit yang menunjukkan buktinya
seperti pada tulang-tulang yang dapat diidentifikasi. Sebagai contoh
kerusakan atau abses pada tulang sebagai akibat dari siphilis, TBC,
frambosia, osteomilitus, poliomilitis, kusta, dan penyakit-penyakit yang
sejenisnya adalah penyakit infeksi yang dapat dikenali.
Banyak penyakit-penyakit modern yang tidak terdapat pada penduduk
purba, bukan berarti manusia purba lebih sehat dari manusia modern tetapi
bahwa sakitnya manusia purba disebabkan oleh jenis-jenis patogen dan
faktor lingkungan yang jumlahnya lebih sedikit dari yang dialami oleh
manusia modern. Misalnya penyakit campak, rubella, cacar, gondong,
kolera dan cacar air mungkin tidak terdapat di zaman purba.
Dapat disimpulkan bahwa paleopatologi atau studi mengenai penyakit
purba, sangat banyak berhubungan dengan lingkungan untuk menemukan
penyakit-penyakit purba.

4. Epidemiologi
Epidemiologi berkenaan dengan distribusi, tempat dan prevalensi atau
terjadinya penyakit, sebagaimana yang dipengaruhi oleh lingkungan alam
atau lingkungan ciptaan manusia serta oleh tingkah laku manusia. Variabelvariabel
yang dipakai untuk melihat distribusi tempat dan prevalensi serta
tingkah laku suatu penyakit adalah perbedaan umur, jenis kelamin, statusperkawinan, pekerjaan, hubungan suku bangsa, kelas sosial, tingkahlaku
individu, serta lingkungan alami. Faktor-faktor ini dan faktor lainnya
berperanan penting dalam distribusi dan prevalensi berbagai penyakit.
Contoh pemuda Amerika lebih banyak mengalami kecelekaan daripada
wanita muda dan orang tua, perokok lebih banyak kena kanker paru-paru
daripada bukan perokok, gondok lebih banyak menyerang penduduk
pedalaman yang tinggal di daerah pegunungan daripada penduduk pantai
yang bahan makannya kaya yodium.
Tugas seorang epidemiolog adalah bekerja untuk membuat korelasi-korelasi
dalam hal insiden penyakit dalam usaha menetapkan petunjuk tentang polapola
penyebab penyakit yang kompleks, atau tentang kemungkinankemungkinan
dalam pengawasan penyakit (Clausen; 1963:142).
Epidemiologi berusaha mencapai suatu tujuan yaitu meningkatkan derajat
kesehatan, mengurangi timbulnya semua ancaman kesehatan.
Ahli antropologi lebih menaruh minat pada ciri epidemiologi dari penyakitpenyakit
penduduk non Eropa dan Amerika, termasuk penyakit-penyakit
psikologis yang disebabkan oleh struktur budaya yang dalam Antropologi
Kesehatan disebut dengan istilah “Sindroma Kebudayaan Khusus” seperti
“mengamuk” atau histeris. Selain itu, ahli antropologi juga menaruh minat
pada studi-studi mengenai “Epidemiologi Pembangunan” yaitu mencari
konsekuensi-konsekuensi kesehatan yang sering bersifat mengganggu
terhadap proyek-proyek pembangunan.
E. PERANAN ANTROPOLOGI KESEHATAN DALAM
    PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Dalam bagian ini saya akan menguraikan peranan Antropologi Kesehatan
dalam menjalankan program-program pembangunan yang direncanakan
untuk memberikan perawatan kesehatan yang lebih baik pada masyarakat. Ini berarti merupakan penerapan masalah pengetahuan Antropologi
Kesehatan dan konsekuensinya.
Fokus yang dibicarakan dalam bagian ini adalah mengenai antropologi
tentang kesehatan atau antropologi dalam kesehatan. Ini berarti membahas
kesehatan dari perspektif antropologi “sebagai ahli antropologi” dan
membahas ahli antropologi sebagai pekerja kesehatan.
Untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan, seseorang memerlukan
dasar latihan antropologi yang baik, pengalaman penelitian, naluri terhadap
masalah, simpati terhadap orang lain dan tentu saja dapat memasuki dunia
kesehatan dan masyarakat kesehatan yang bersedia menerima kehadiran
para ahli antropologi itu.
Ahli antropologi mempunyai banyak ladang di dalam lembaga kesehatan
atau “masyarakat kesehatan” sebagai tempat kajiannya seperti rumah sakit
jiwa, rumahsakit umum, dokter praktek, para pasien, sekolah-sekolahkedokteran, klinik-klinik, puskesmas dan “masyarakat kesehatan” lainnya.
Metode-metode penelitian yang sama seperti yang dipergunakan ahli
antropologi pada umumnya dalam penelitian tradisional dapat diterapkan
kepada lingkungan-lingkungan itu (“masyarakat kesehatan”). Pranatapranata
kesehatan dalam arti yang luas adalah sejumlah lapangan penelitian
yang sangat produktif bagi para ahli antropologi. Namun tidaklah cukup jika
hanya pranata kesehatan saja yang dipelajari. Para ahli antropologi harus
dapat memasuki pranata itu. Meneliti pranata kesehatan dalam masyarakat
tradisional tidak memerlukan para tenaga kesehatan, tetapi meneliti
“masyarakat kesehatan” tidak cukup seorang ahli antropologi, tetapi ia harus
diterima dalam pranata masyarkat kesehatan dan membutuhkan bantuan
tenaga profesional kesehatan yang lain.

Kegunaan Antropologi Kesehatan
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan, perilaku, persepsi, emosi, bahasa, agama, ritual, struktur keluarga, diet, pakaian, sikap terhadap sakit, dll). Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang asa di masyarakat tersebut.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut:
(1) Memberikan suatu cara untuk memandang masysrakat secara keseluruhan termasuk individunya.
(2) Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.
(3) Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.

Dalam sosiologi kesehatan dikenal beberapa istilah yang menunjukkan sumbangan atau peran sosiologi pada bidang kesehatan, yaitu:
 (1) Sociology in Medicine, adalah sosiolog yang bekerjasama secara langsung dengan dokter dan staf kesehatan lainnya di dalam mempelajari faktor sosial yang relevan dengan terjadinya gangguan kesehatan ataupun sosiolog berusaha berhubungan langsung dengan perawatan pasien atau untuk memecahkan problem kesehatan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa fenomena sosial dapat menjadi faktor penentu atau mempengaruhi orang-orang untuk menangani penyakit atau mempengaruhi kesehatan mereka ataupun tingkahlaku lain setelah sakit dan penyakit terjadi;
(2) Sociology of Medicine, berhubungan dengan organisasi, nilai, kepercayaan terhadap praktek kedokteran sebagai bentuk dari perilaku manusia yang berada dalam lingkup pelayanan kesehatan, misalnya bentuk pelayanan kesehatan, sumberdaya manusia untuk membangun kesehatan, pelatihan petugas kesehatan;
(3) Sociology for medicine berhubungan dengan srategi metodoli yang dikembangkan sosiologi untuk kepentingan bidang pelayanan kesehatan. Misalnya teknik skala pengukuran Thurstone, Likert, Guttman yang membantu mengenali atau mengukur skla sikap.
(4) Sociology from medicine menganalisa lingkungan kedokteran dari perspektif sosial. Misalnya bagaimana pola pendidikan, perilaku, gaya hidup para dokter, atau ‘sosialisasi’mahasiswa kedokteran selama mengikuti pendidikan kedokteran;
(5) Sociology at medicine merupakan bagian yang lebih banyak mengamati orientasi politik dan ideology yang berhubungan dengan kesehatan. Misalnya, bagaimana suatu struktur pengobatan ‘Western’ akan mempengaruhi perubahan pola pengobatan sekaligus merubah pola interaksi masyarakat;
(6) Sociology around medicine menunjukkan bagaimana sosiologi menjadi bagian atau berinteraksi dengan ilmu lain seperti antropologi, ekonomi, etnologi, etik, filosofi, hukum mapun bahasa.

 HIPNOTHERAPY
Apa itu Hipnoterapis? - Hipnoterapis atau bahasa inggrisnya “Hypnotherapist” itu sebuah profesi seperti dokter dan psikolog.  Mudahnya, hipnoterapis adalah orang yang mempraktekkan hipnosis untuk penyembuhan. Jika dokter menangani masalah fisik, maka hipnoterapis menangani masalah psikologis. Jika Anda menjadi hipnoterapis, maka Anda bisa membantu orang untuk mengatasi fobia, trauma, stress, depresi, psikosomatis, kecemasan, minder, gagap, latah, perasaan yang labil, insomnia, obsessive compulsive, halusinasi dan masalah psikologis lainnya.
Anda juga bisa membantu orang lain untuk menurunkan berat badan, mempercantik diri secara alami, motivasi berhenti merokok, mengubah kebiasaan buruk, mengatasi masalah seksual, meningkatkan motivasi, daya ingat, konsentrasi, kreativitas dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan hipnoterapi. Boleh dibilang, hipnoterapi adalah kunci pembuka bagi segala masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku manusia.
Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.
Hipnotis adalah keadaan dimana proses hipnosis dilakukan, dimana seseorang membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis. . Orang yang terhipnotis dipercaya berada dalam keadaan mental dimana perhatiannya menjadi terfokus, terkonsentrasi, dan pikirannya lebih mudah menerima permintaan atau sugesti.
Sejarah hipnosis
Istilah
Istilah hipnotisme (hipnotis) dan hipnosis pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter bedah asal Skotlandia pada tahun 1841-1842 yang merupakan singkatan dari “syaraf tidur” (“neuro-hypnotism”). Praktik hipnosis oleh James Braid pada awalnya berdasarkan teknik yang dikembangkan oleh Franz Anton Mesmer dan pengikutnya yaitu aliran “Mesmerisme” atau “magnet hewani”, namun teorinya berbeda dalam penerapan prosedurnya.
Pengamatannya tentang hipnosis mulanya berawal dari penemuan komite Perancis, yang dilanjutkan dengan pengenalan buku Elements of the Philosophy of the Human Mind (Elemen-elemen Filosofis Pikiran Manusia) (1827) oleh Dugald Stewart, seorang filsuf berpengaruh dari “Scottish School of Common Sense” (Sekolah Skotlandia Untuk Pikiran yang Berakal). Filsuf ini mendorong para dokter untuk melestarikan komponen-komponen dari Mesmerisme dengan menggantikannya menggunakan interpretasi baru menggunakan “akal sehat” berdasarkan hukum fisiologi dan psikologis.
James Braid mendeskripsikan istilah hipnotis, atau tidurnya syaraf, sebagai kondisi di saat sistem syaraf dihentakkan dengan pikiran buatan. Proses ini membuat hipnotis berbeda dengan kondisi tertidur atau tersadar (bangun) pada umumnya.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di “Kekuatan Pikiran diatas Kekuatan Jasmani”, walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme..
[sunting] Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk “menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi”. Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi – dan disisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya
·  Psikoterapi. Psikoterapi adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu orang lain mencapai perubahan psikologis. Orang yang melakukan psikoterapi disebut “Psychotherapist” atau Teknik-teknik psikoterapi bisa Anda gunakan untuk mengubah pikiran, perasaan, persepsi, kepribadian, perilaku, kebiasaan dan segala komponen psikologis yang ada dalam diri seseorang. Teknik psikoterapi yang diajarkan Pak Indra sangat praktis, terbukti efektif dan mudah dipahami oleh siapapun. Psikoterapi adalah teknik-teknik terapi pikiran yang bisa dilakukan dengan atau tanpa hipnosis. Psikoterapi tidak hanya untuk mengatasi masalah psikologis, tapi juga untuk pengembangan diri atau peningkatan SDM.
·  Hipnoterapi. Hipnoterapi adalah psikoterapi yang dilakukan pada klien dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri tidak bisa menyembuhkan apapun. Dalam proses hipnoterapi, hipnosis berfungsi sebagai katalis. Maksudnya, kondisi hipnosis bisa melipatgandakan hasil psikoterapi dibandingkan apabila psikoterapi dilakukan dalam kondisi biasa. Dalam pelatihan ini akan dibahas secara mendetail langkah demi langkah bagaimana cara mengatasi berbagai kasus populer yang bernilai ekonomi tinggi seperti menurunkan berat badan, menghilangkan rasa takut dan terapi untuk masalah seksual.












BAB III
PEMBAHASAN


Pengobatan Alternative dengan Hipnoterapi
Sejarah hypnosis
Istilah hipnotisme (hipnotis) dan hipnosis pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter bedah asal Skotlandia pada tahun 1841-1842 yang merupakan singkatan dari “syaraf tidur” (“neuro-hypnotism”). Praktik hipnosis oleh James Braid pada awalnya berdasarkan teknik yang dikembangkan oleh Franz Anton Mesmer dan pengikutnya yaitu aliran “Mesmerisme” atau “magnet hewani”, namun teorinya berbeda dalam penerapan prosedurnya.
Pada tahun 1734-1815 seorang dokter berkebangsaan Inggris memperkenalkan metode pengobatan medical hipnosis atau yang sekarang lebih dikenal hipnoterapi. Terapi ini diterapkan untuk psikoterapi, mencegah timbulnya ganguan kesehatan (prevention of diseases), peningkatan taraf kesehatan (health promotion) serta untuk upaya rehabilitasi lainnya.

Pengamatannya tentang hipnosis mulanya berawal dari penemuan komite Perancis, yang dilanjutkan dengan pengenalan buku Elements of the Philosophy of the Human Mind (Elemen-elemen Filosofis Pikiran Manusia) (1827) oleh Dugald Stewart, seorang filsuf berpengaruh dari “Scottish School of Common Sense” (Sekolah Skotlandia Untuk Pikiran yang Berakal). Filsuf ini mendorong para dokter untuk melestarikan komponen-komponen dari Mesmerisme dengan menggantikannya menggunakan interpretasi baru menggunakan “akal sehat” berdasarkan hukum fisiologi dan psikologis.
James Braid mendeskripsikan istilah hipnotis, atau tidurnya syaraf, sebagai kondisi di saat sistem syaraf dihentakkan dengan pikiran buatan. Proses ini membuat hipnotis berbeda dengan kondisi tertidur atau tersadar (bangun) pada umumnya.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di “Kekuatan Pikiran diatas Kekuatan Jasmani”, walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme..

Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk “menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi”. Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi – dan disisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya

Di Indonesia, hipnosis sudah diakui sebagai salah satu alternatif penyembuhan yang telah teruji kebenarannya. Bahkan hipnosis kedoteran sudah menjadi seminar resmi bagi calon psikiater di FKUI. Sedangkan di RSPAD Gatot Subroto sebagai pusat hipnosis kedokteran pertama, menerapkan hipnodonsi (dental Hypnosis) untuk dokter gigi serta para psikiaternya. Jadi, jangan takut untuk mencoba manfaat hipnoterapi.

Hipnoterapi Bukan Gendam
Anggapan masarakat terhadap hipnoterapi sering diasumsikan sama dengan metode gendam yang sering digunakan untuk praktek kejahatan, keduanya memang sama menggunakan gelombang elektromanetik dan energi dalam tubuh manusia, namun ada perbedaan mendasar dalam penerapannya. Menurut Dr. Erwin, hipnoterapi bukanlah gendam atau ilmu sihir. Seperti yang banyak digunakan dalam kasus kejahatan, korban dibuat tidak sadar dan menyerahkan apa yang dimilikinya. Dalam hipnoterapi, si pasen dijadikan subjek aktif yang dipandu secara sadar dan mau menerima apa yang di lakukan terapis sehingga melakukan energinya sendiri untuk penyembuhan dimaksud. Sedangkan dalam gendam yang terjadi adalah proses magnetisme, yaitu si korban/pasien menjadi obyek pasif dan secara tidak sadar dipengaruhi energi dari si pelaku kejahatan.
Cara Kerja Hipnoterapi
Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani berarti tidur. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan mengkondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state) manusia. Untuk membangkitkan jiwa bawah sadarnya, pasien dalam kondisi relaksasi atau atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Saat jiwa sadarnya beristirahat maka jiwa bawah sadarnya akan muncul. Dalam kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus menerus hingga keadaan dimana rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan digantikan oleh sugesti positif . Jadi cara Kerja hipnoterapi “bermain” di “piranti lunak” atau badan halus/roh dalam tubuh manusia, papar Dr. Erwin.
Dari pengalaman praktek Dr. Erwin, tingkat keberhasilannya sugesti positif pada pasien berbeda masing-masing orang. Tergantung ganguan berat-ringanya penyakit yang diderita serta kemauan untuk sembuh dari dalam diri pasien. Hipnoterapi tidak bisa langsung menyembuhkan dalam satu atau dua kali terapi, seperti kasus kecanduan narkoba atau pasien ingin berhenti merokok. Jika kecanduan narkoba atau merokok sudah sangat berat, untuk sembuh total proses terapi bisa selama dua tahun. Untuk mempercepat kesembuhan, pasien juga harus proaktif dan mempunyai kemauan yang kuat untuk sembuh. Dalam hipnoterapi, terapis hanya berperan sebagai fasilitator, pasien harus kooperatif dan sebagai subyek aktif. Agar proses terapi tepat sasaran, pasin harus benar-benar memahami betul maksud dan tujuan hipnoterapi. Harus ada kesepakatan antara pasien dan terapis, karena pasienlah sebenarnya yang paling tau apa yang dideritanya, tutur dokter yang praktek di Klinik Prorevital di daerah Cempaka Putih dan RSPAD Jakarta.
Sembuhkan Stres, Depresi dan Fobia
Hipnoterapi lebih efektif digunakan untuk mengobati ganguan kesehatan yang sifatnya fungsional. Ganguan kesehatan karena defisiensi organik dalam tubuh maupun defisiensi zat dari luar tubuh tidak bisa disembuhkan. Seperti kasus kekurangan zat gizi tertentu, dehidrasi atau ganguan penyakit kulit, tetap harus diobati dengan pengobatan medis yang lain, tidak bisa dengan hipnoterapi. Begitu juga kasus trauma fisik seperti patah tulang, tandas Dr. Erwin. Dalam prakteknya, Dr.Erwin lebih banyak menangani penyakit akibat ganguan neurosis, seperti stres, depresi, fobia, atau rasa cemas yang berlebihan.
Ganguan kejiwaan seperti stres lebih mudah disembuhkan dengan hipnoterapi, dengan memberikan sugesti, pasien bisa ditenangkan. Kebanyakan orang melakukan tindakan fisik untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit kejiwaan. Penyakit jenis ini lebih tepat diobati dengan hipnoterapi, karena yang sakit bukan fisiknya namun jiwanya. Ganguan bioplasmik juga bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. Ganguan bioplasmik biasanya ditandai dengan menurunnya ketahanan fisik dan mental.
Self Healing
Selain dilakukan oleh terapis, hipnoterapi juga bisa dilakukan untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing. Sebenarnya beberapa penyakit sumbernya dari pikiran kita. Ramalan diri sendiri atau sugesti hipnosis seringkali menjadi nyata karena pikiran kita yang memasukan sugesti dalam proses pemikiran. Seperti saat kita kehujanan, di dalam pikiran kita akan tersugesti, saya akan sakit kepala atau pusing karena kehujanan. Akibatnya tubuh benar-benar mengalami sakit kepala. Padahal jika ditanamkan sugesti saya akan sehat dan tidak akan terjadi apa-apa maka sakitpun tidak akan datang. Fenomena seperti ini yang disebut oleh pengobatan memdis barat sebagai efek plasebo.
Banyak penyakit bisa disembuhkan dengan autohipnosis, berdasarkan pengalaman praktek Dr. Erwin, penyakit seperti ketergantungan narkoba, stres, vertigo, insomnia, fobia, migrain, hingga menguruskan bebrat badan bisa disembuhkan dengan autohipnosis. Pada kondisi orang sehat, autohipnosis juga bisa digunakan untuk menghindari rekaman negatif, mencegah timbulnya penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika tercapai kondisi badan yang sehat, daya tahan tubuh juga meningkat dan badan menjadi tidak mudah sakit. Kemampuan melakukan autohipnosis bisa dipelajari dengan kursus hipnoterapi, dengan 20 kali pertemuan, biasanya Anda sudah bisa melakukan autohipnosis.
Efek Negatif dan Positif
Kelebihan hipnoterapi adalah murah, karena bisa dilakukan sendiri. Hipnoterapi juga relatif lebih efektif menghilangkan rasa nyeri dibandingkan pengobatan analgesik, termasuk morfin sekalipun. Hipnoterapi juga aman tanpa efek negatif seperti efek ketergantungan. Walaupun relatif aman, hipnoterapi mempunyai efek samping. Pada beberapa pasien bia menimbulkan abreaksi. Suatu keadaan dimana pasien keluar dari rekaman bawah sadarnya secara serentak. Akibatnya bisa menimbulkan rasa kekesalan atau kesedihan secara berlebihan, reaksinya pasien bisa tidak terkendali, namun kondisi biasanya tidak berlangsung lama dan bisa dikendalikan oleh terapis.
 Perbedaan Hipnotis dengan Hipnoterapis
Hipnotis, kata yang akrab kita dengar dimana – mana, tetapi apakah kita tahu apa arti sebenarnya dari hipnotis itu ? Umumnya kata hipnotis akrab dengan kejahatan, acara entertainment TV atau anggapan – anggapan lainnya. Tapi, apakah anggapan atau arti hipnotis yang sebenarnya adalah seperti itu? Tentu saja bukan ! Maka dari itu dengan membaca artikel ini, akan memperjelas bagi anda yang belum tahu betul arti sebenarnya dari istilah hipnotis. Baiklah untuk sedikit membantu, saya akan memberi contoh sebagai berikut. Seorang pemain piano akrab dengan panggilan pianis, sedangkan pemain gitar akrab dengan gitaris, penyanyi akrab juga didengar dengan vokalis. Begitu juga arti sebenarnya dari hipnotis. Hipnotis adalah panggilan bagi seseorang yang “mampu” melakukan teknik hipnosis dengan baik dan benar. Apa itu hipnosis? hipnosis adalah suatu kondisi dimana seseorang sangat terbuka untuk menerima sugesti yang diberikan kepadanya dan memberikan respon terhadap sugesti tersebut, dalam hal ini sugesti yang dimaksudkan adalah sugesti yang diberikan oleh hipnotis. Mungkin itu terdengar agak seram bagi segelintir orang. Karena berbau dengan pikiran tentunya orang terkadang memiliki pandangan bahwa hipnosis adalah ilmu yang mempelajari bagaimana bisa menguasai pikiran orang lain, menyuruh orang lain melakukan kegiatan atau hal yang kita inginkan tanpa ia sadari. Itu merupakan beberapa contoh pandangan – pandangan yang salah. Disini saya ingin meluruskan anggapan – anggapan yang salah tersebut, sehingga masyarakat Indonesia tidak selalu termakan oleh kata – kata negatif yang padahal mereka tidak ketahui apakah arti dari kata – kata itu benar atau tidak pada kenyataannya.
Disini saya akan meluruskan arti dari Hipnotis dan Hipnoterapi. Sebelumnya, kita kembali kepada arti dari hipnosis itu sendiri. Hipnosis memang keadaan dimana seseorang sangat terbuka untuk menerima sugesti dan memberikan respon atas sugesti tersebut, tetapi bukanlah ilmu yang membuat kuta dapat memerintah orang lain semau hati kita, menguasai pikiran orang lain. Mungkin anda sering melihat itu terjadi di televisi. Tapi, apakah anda yakin bahwa itu semua benar? ataukah itu semua hanya rekayasa belaka? Mungkin anda hanya melihat sekilas dari televisi dan membuat anggapan sendiri dan arti sendiri mengenai hipnosis itu. Beberapa hal yang anda saksikan dalam televisi ada yang benar dan ada yang tidak benar. Maksud saya adalah bahwa tidak semua yang anda saksikan dalam televisi itu semua adalah benar seutuhnya.  Karena acara dengan menggunakan hipnosis itu tampil di televisi, maka harus dibuat benar – benar menarik. Seakan-akan memang orang itu terhipnosis dengan sangat mudahnya. Tetapi, sebenarnya mereka sebelumnya telah di hipnosis terlebih dahulu di belakang panggung, sehingga ketika mereka naik ke panggung, sudah dengan sangat mudahnya mereka masuk ke dalam  kondisi hipnosis. Jadi, hipnosis adalah ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana kita dapat memasukan informasi ke dalam pikiran seseorang secara halus, sehingga itu dapat diterima dengan baik oleh orang itu, tetapi tanpa adanya pertentangan dengan kepercayaan dari orang tersebut, tetapi itu semua tidak dapat dilakukan jika orang itu MENOLAK untuk dihipnosis. Sedangkan orang yang melakukan ilmu tersebut atau mempraktekkan ilmu hipnosis, disebut sebagai hipnotis.
Sedangkan hipnoterapi adalah ilmu hipnosis yang lebih dalam dibandingkan dengan yang dipelajari oleh seorang hipnotis. Hipnoterapi digunakan untuk menterapi seseorang yang mengalami gangguan dalam hidupnya. Maka hipnoterapis adalah seorang yang telah menguasai betul ilmu hipnosis yang lebih dalam dari seorang hipnotis serta digunakan untuk membantu orang lain. Dalam konteks ini, membantu adalah melakukan terapi terhadap orang yang mengalami gangguan dalam dirinya terutama yang disebabkan oleh pikiran. Karena perlu kita ketahui bahwa hampir kebanyakan penyakit, disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Apa yang kita pikirakan, itulah yang akan terjadi pada kenyataannya. Dan beberapa gangguan yang terjadi pada pikiran kita, akan memberikan dampak kepada badan kita. Sebagai contoh adalah ketika seseorang ingin melakukan presentasi dihadapan banyak orang, maka kadang yang terjadi adalah terjadi rasa gugup, badan gemetaran, keluar keringat dingin,bolak – balik ke toilet, berbicara menjadi terbata-bata dan sebagainya. Itu adalah sedikit contoh yang dapat sedikit anda sering hadapi. Hipnoterapis adalah orang yang akan membantu anda menghilangkan gangguan – gangguan yang terjadi dalam diri anda yang disebabkan oleh pikiran anda. Berikut adalah beberapa hal yang biasanya ditangani oleh seorang hipnoterapis :
* Stress Management, Minder, Latah
* Phobia, Trauma, Kecemasan
* Psikosomastis
* Masalah Anak
* Motivasi
* Sports Improvement
* Anxiety
* Meningkatkan Konsentrasi
* Perilaku
* Self Improvement
* Weight Control
* Sleeping Problems
* Physical Healing
* Menemukan tujuan hidup
* Meningkatkan kepercayaan diri
* Meningkatkan kualitas belajar
* Meningkatkan konsentrasi
* Menemukan misi hidup
* Relationship Issues
* Menghilangkan Mental blok
* Tidak bisa memaafkan orang lain sehingga menghalangi kesuksesan
* Meningkatkan Performance Kerja
* Pain Management dan segala yang berkaitan dengan cara kerja pikiran.
Itu adalah sedikit gambaran perbedaan antara hipnotis dengan hipnoterapi. Sehingga jangan sampai anda salah persepsi dan salah anggapan mengenai hipnotis dan hipnoterapi. Serta jangan sampai anda salah menganggap bahwa hipnosis adalah kejahatan atau hal – hal negatif lainnya. Karena ilmu tersebut digunakan untuk membantu orang sehingga mereka hidup menjadi lebih baik dan terbebas dari masalah – masalah yang mengganggunya. Jadi, rubahlah persepsi anda mulai sekarang mengenai hipotis dan hiipnoterapi. Jika anda ingin menanyakan lebih mengenai hipnotis dan hipnoterapi, silahkan anda berikan komentar di bawah artikel ini. Saya akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan  dan keraguan anda mengenai hipnotis, hipnoterapi dan segala hal yang berhubungan dengan itu semua. Dan jika anda mencari seorang hipnoterapis yang bisa membantu anda atau orang – orang terdekat anda, anda bisa langsung menghubungi saya.
Mulai banyaknya tayangan hipnosis di televisi beberapa tahun belakangan ini, membuat hipnosis menjadi semakin populer di masyarakat Indonesia.
Kata hypnosis itu sendiri diartikan bermacam-macam dalam bahasa inggris. Ambil contoh kamus Encarta, salah satu definisi hypnosis dalam kamus ini adalah “artificially induced condition: a condition that can be artificially induced in people, in which they can respond to questions and are very susceptible to suggestions from the hypnotist” yang berarti suatu kondisi yang diinduksi sengaja sengaja di mana orang dalam kondisi tersebut akan sangat sugestif terhadap sugesti dari hipnotis.
Kemudian kamus Merriam Webster mengartikan hypnosis sebagai “a trancelike state that resembles sleep but is induced by a person whose suggestions are readily accepted by the subject” yang kurang lebih berarti suatu kondisi seperti trance yang mirip dengan tidur, tetapi diinduksi secara sengaja oleh seseorang yang sugestinya siap diterima oleh subyek.
Jika kita coba menggabungkan kedua definisi di atas, kita bisa simpulkan hipnosis adalah suatu KONDISI (PIKIRAN) yang diinduksi secara sengaja oleh seorang hipnotis yang sugestinya siap diterima oleh subyek. Perhatikan bahwa ada kata ‘hipnotis yang sugestinya siap diterima oleh subyek’. Jadi jika subyek tidak siap menerima sugesti dari hipnotis, dia tidak akan bisa dibawa masuk ke kondisi hipnosis.
Ada definisi hypnosis yang lebih baik lagi menurut saya, definisi ini dibuat oleh US Department of Education Human Services Division. Jika kedua definisi di atas berkaitan dengan KONDISI PIKIRAN, definisi ini berkaitan dengan suatu PROSES, yaitu “the bypass of the critical factor of the conscious mind, followed by the establishment of selective acceptable thoughts”. Artinya hipnosis adalah terlewatinya faktor kritis dari pikiran sadar, yang diikuti dengan masuknya ide tertentu yang dapat diterima. Ide yang berhasil melewati faktor kritis dari pikiran sadar akan diterima oleh pikiran bawah sadar, jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang tersimpan pada pikiran bawah sadar (tentang pikiran sadar dan bawah sadar, akan saya jelaskan pada notes selanjutnya).
Secara saintifik, tercapainya hipnosis sebagai kondisi pikiran bisa diukur dengan EEG (electroencephalography), alat untuk mengukur aktivitas gelombang otak. Secara garis besar, frekuensi gelombang otak yang terukur bisa dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu beta (14-30 Hz), alpha (sekitar 7-13 Hz), theta (sekitar 4-7 Hz), dan delta (sekitar 0,1-4 Hz). Kondisi hipnosis adalah kondisi di mana gelombang otak yang dominan adalah alpha atau theta. Sedangkan gelombang beta akan dominan pada kondisi pikiran sadar aktif dan banyak menganalisis, gelombang delta dominan pada kondisi tidur tanpa mimpi. Sederhananya, kondisi hipnosis adalah kondisi alami di mana frekuensi gelombang otak berada di antara frekuensi tidur tanpa mimpi dan kesadaran sehari-hari. Perlu diingat juga walaupun seorang subyek telah berada pada kondisi gelombang otak alpha atau theta, namun jika subyek tidak siap/mau menerima sugesti dari hipnotis, ataupun sugesti yang diberikan berlawanan dengan nilai-nilai yang tersimpan pada pikiran bawah sadar subyek, ide tersebut tidak akan diterima dan dijalankan oleh subyek.
Dari pembahasan di atas, kita lihat bahwa sebenarnya yang memegang kontrol adalah subyek hipnosis, bukan sang hipnotis. Oleh karena itu, ada yang menyebutkan bahwa “all hypnosis is self-hypnosis”. Semua hipnosis adalah hipnosis diri. Peran seorang hipnotis dalam suatu proses hipnosis hanya membimbing subyek masuk kedalam kondisi hipnosis, dan memberikan sugesti, tetapi diterima atau tidaknya sugesti ini ada di tangan subyek.
Apa saja manfaat Hipnoterapi?
  • Minder, kurang percaya diri
  • Phobia
  • Membebaskan diri  dari grogi ketika berbicara
  • Stress, terlalu banyak pikiran
  • Depresi
  • Bangkit dari Kesedihan
  • Mengendalikan emosi/marah yang berlebihan baik terhadapa anak maupun pasangan
  • Menetralisir sakit hati
  • Menangani konflik diri
  • Membebaskan diri dari perasaan bersalah
  • Berhenti Merokok
  • Mengompol di waktu tidur
  • Panic Attack, tiba-tiba merasa ketakutan, cemas dan panik tanpa sebab
  • Mudah tersinggung atau sensitive terhadap kata-kata orang lain
  • Paranoid, atau suatu ketakutan orang lain akan mencelakakan atau selalu merasa dirinya dalam bahaya
  • Menghancurkan mental block
  • Membebaskan diri dari psikosomatis(penyakit yang disebabkan pikiran, tubuh dicek ke dokter tidak ada yang sakit)
  • Insomnia
  • Tidak percaya diri
  • Dll yang berhubungan dengan pikiran dan emosi
Apa syarat untuk dihipnoterapi?
Klien harus mempunyai KEINGINAN DARI DIRI SENDIRI untuk BEBAS dari MASALAHNYA dan MAU diterapi.  Terapi tidak dapat dilakukan dengan adanya unsur Paksaan atau Klien merasa tidak ada yang bermasalah dengan dirinya







BAB IV
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Antropologi kesehatan merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosiobudaya, biobudaya, dan ekologi budaya dari kesehatan dan kesakitan yang dilihat dari segi-segi fisik, jiwa, dan sosial serta perawatannya masing-masing dan interaksi antara ketiga segi ini dalam kehidupan masyarakat, baik pada tingkat individual maupun tingkat kelompok sosial keseluruhannya.
Perkembangan antropologi kesehatan sejak permulaan dasawarsa enam puluhan begitu pesat (seluruh universitas yang tergolong baik di AS membuka program pengkhususan) medical anthropology. Di dunia internasional dan di Indonesia khususnya, telah membentuk kondisi dasar bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan maupun penambahan jumlah tenaga ahli. Dengan demikian peranan mereka dalam penelitian berbagai masalah kesehatan dapat berkembang. Kondisi ini bukan hanya bagi kepentingan penelitian konseptual dan teoritis tetapi juga dalam menanggulangi masalah kesehatan bagi kepentingan masyarakat.
Foster (1981) mengembangkan Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) sesudah dikenal sebagai Primary Health Care (Alma Alta 1978). Deklarasi ini bertujuan untuk mengurangi ketidakadilan pada sistem pelayanan kesehatan nasional negara berkembang seperti Indonesia. Deklarasi ini juga menetapkan bahwa kesehatan adalah suatu hak asasi manusia dan upaya meningkatkan derajat kesehatan setinggi mungkin merupakan tujuan sosial yang penting.
Di pihak lain dinyatakan bahwa rakyat di setiap negara memiliki hak dan kewajiban untuk berperan serta/berpartisipasi sosial, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelayanan kesehatan mereka. Tahun 2000 (diharap semua di dunia) harus mencapai tingkat kesehatan (hidup produktif) sosial ekonomi (santoso 1988) “kalau upaya yang dimaksud berhasil”. Perlu dikaji karena berbagai masalah yang telah dialami oleh institusi kesehatan PKP (antropologi kesehatan terapan) menunjukkan peranan ilmuwan antropologi kesehatan dlm penelitian mengenai masalah kesehatan & penanggulangan?peningkatan derajat kesehatan penduduk.
AKAR DARI ANTROPOLOGI KESEHATAN
Menelusuri antropologi kesehatan kontemporer untuk sumber yang berbeda, dimana perkembangannya masing-masing secara relatif (tetapi tidak mutlak) terpisah satu sama lain :

1. Perhatian ahli antropologi fisik terhadap topik-topik seperti evolusi, adaptasi, anatomi komparatif, tipe-tipe ras, genetik dan serologi

2. Perhatian etnografi tradisional terhadap pengobatan primitif termasuk ilmu sihir dan magic.
3. Gerakan “kebudayaan & kepribadian” pada akhir 1930-an & 1940-an, kerjasama antara ahli-ahli psikiatri & antropologi.
4. Gerakan kesehatan masyarakat internasional setelah PD II.
hipnoterapis adalah orang yang mempraktekkan hipnosis untuk penyembuhan. Jika dokter menangani masalah fisik, maka hipnoterapis menangani masalah psikologis. Jika Anda menjadi hipnoterapis, maka Anda bisa membantu orang untuk mengatasi fobia, trauma, stress, depresi, psikosomatis, kecemasan, minder, gagap, latah, perasaan yang labil, insomnia, obsessive compulsive, halusinasi dan masalah psikologis lainnya.
Anda juga bisa membantu orang lain untuk menurunkan berat badan, mempercantik diri secara alami, motivasi berhenti merokok, mengubah kebiasaan buruk, mengatasi masalah seksual, meningkatkan motivasi, daya ingat, konsentrasi, kreativitas dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan hipnoterapi. Boleh dibilang, hipnoterapi adalah kunci pembuka bagi segala masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku manusia.
Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.
Hipnotis adalah keadaan dimana proses hipnosis dilakukan, dimana seseorang membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis. . Orang yang terhipnotis dipercaya berada dalam keadaan mental dimana perhatiannya menjadi terfokus, terkonsentrasi, dan pikirannya lebih mudah menerima permintaan atau sugesti.
2.      SARAN
Antroplogi kesehatan yang mempunyai akar sangat luas meliputi diantaranya tentang etnografi yang didalamnya terdapat Etnomedisn yang menangani tentang pengobatan melalui sihir,magic dan religi.Hipnoterapi siapapun dapan menggunakannya dan dimanapun asalkan penggunaannya tidak melanggar etika moral kita dalam artinya pergunakan lah yang positif dalam membantu seseorang mengatasi masalahnya, dan jangan dipergunakan untuk sesuatu yang negative sehingga mrugikan orang lain.















DAFTAR PUSTAKA

1.      FOSTER ANDERSON, Antropologi Kesehatan, 1986, Jakarta.
2.      KOENTJARANINGRAT,Pengatar Ilmu Antropologi,1990.Jakarta
3.      www.gogle.com 21 Maret 2011














  MAKALAH

  ILMU SOSIAL DASAR

      HUBUNGAN  HIPNOTHERAPI  DENGAN   

                                     ANTROPOLOGI KESEHATAN

                                                   
DI SUSUN OLEH :
   KELOMPOK II

UMAR HABIB          NPM  : 105141010
MIRTA                      NPM  : 105141015
SEPTRIANA             NPM  : 105141022
NETI MAYASARI   NPM  : 105141014 
Mitra Lampung






SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MITRA LAMPUNG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
TAHUN 2011






KATA PENGANTAR

Puji dan syukur pada Allah subhanahu wa taala yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu kesehatan yang terkini,yaitu hubungan Hipnotherapi dengan Antropologi Kesehatan. Penulisan makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas kuliah Ilmu Sosial Dasar . Makalah ini disusun oleh kelompok II berdasarkan materi yang telah dipelajari dan pengkajian secara ilmiah kelompok kami. Penulis berharap makalah ini dapat memenuhi persyaratan kelulusan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar . Meskipun makalah ini masih jauh dari kesan sempurna karena keterbatasan pengetahuan kami mengenai pengkajian HIPNOTERAPI  dengan segenap kesadaran diri kami sangat mengharapkan saran dan kritik para pembaca yang dapat membantu kami untuk lebih memahami pengkajian isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu Kesehatan di Indonesia yang sangat beraneka ragam.seperti Hipnotis dan Hipnoterapi.

                                                                        Bandar Lampung,  Maret 2011
                                                      
                                     Kelompok II








BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Antropologi Kesehatan adalah disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit pada manusia.
Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, diantaranya:
  1. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes)
  2. Di beberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir
  3. Kelompok 'healers' ditemukan dengan bentuk yang berbeda di setiap kelompok masyarakat
  4. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh
  5. Adapun perhatian terhadap suatu keberadaan 'sakit' atau 'penyakit' tidak secara individual, terutama "illness dan sickness" pada keluarga ataupun masyarakat.
Jika diumpamakan sebagai kewajiban, maka tugas utama ahli antropologi kesehatan diantaranya: bagaimana individu di masyarakat mempunyai persepsi dan bereaksi terhadap "ill" dan bagaimana tipe pelayanan kesehatan yang akan dipilih, untuk mengetahui mengenai budaya dan keadaan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.
Ada beberapa ilmu yang berhubungan dengan antropologi dan saling berkontribusi dalam memberikan sumbangan untuk perkembangan ilmu lain. Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi.
Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu. Contoh: penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota keluarga.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut:
  1. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun.

    Contoh pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
  2. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.
  3. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan interpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.
Ada beberapa ilmu yang memberikan sumbangan terhadap antropologi kesehatan, antara lain:
  1. Antropologi fisik/biologi/ragawi, Contoh: nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi.
  2. Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah.
  3. Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama.
  4. Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
Hipnoterapi
Adalah suatu bentuk bagian dari antropologi kesehatan yaitu cabang antropologi Etnopsikiatrin yang merupakan tindakan yang mengarah pada perbuatan positif untuk membantu seseorang dalam mengatasi masalah kesehatannya.Di Indonesia keberadaan Hipnoterapi mendapatkan perhatian masyarakat sehingga banyak sekali program-program hipnoterapi tersebut beredar sangat cepat baikmelalui media elektronik maupun media masa.
Hipnoterapi merupakan bentuk pengobatan non medis yang sudah membudaya sejak jaman dahulu,tetapi hipnoterapi dahulu masih menggunakan bahan-bahan mantra,dewa-dewa dan lain sebagainya, tetapi untuk sekarang ini penggunaan hipnoterapi dapat dilakukan oleh siapapun asalkan bisa berkonsentrasi.


TUJUAN
Tujuan Umum
Secara umum makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami konsep Sosiologi dan Antropologi Kesehatan Masyarakat bidang antropologi etnomedisin dan etnopsikitri yaitu isu dan trend sekarang tentang hipnoterapi.tetapi tidak untuk mengajarkannya.


Tujuan Khusus
Melalui makalah ini diharapkan semua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Umitra Lampung dapat memahami dengan sebenarnya Ilmu Sosiologi dan Antropologi Kesehatan yang lebih seksama dalam penerapannya di masyarakat yang kompleks.serta mengerti maksud dan pengertianya tentang hipnoterapi dan bukan mengajarkannya,karena hipnoterapi harus ada ahli therapist tersendiri.
MANFAAT
Makalah ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan sederhana dalam menambah dan wawasan Ilmu Sosiologi dan Antropologi yang bertujuan mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah Evolusi dan sejarah kebudayaan manusia,serta dapat mengerti tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka gejala social di masyarakat. Memberikan gambaran isu dan trend bidang Antropologi terkait dengan ilmu kesehatan yang terkini masih digandrungi oleh banyak kalangan yaitu Hipnoterapi.



















BAB II
TINJAUAN TEORI


A. PENGERTIAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
Antropologi kesehatan adalah studi tentang pengaruh unsur-unsur budaya
terhadap penghayatan masyarakat tentang penyakit dan kesehatan (Solita
Sarwono, 1993). Definisi yang dibuat Solita ini masih sangat sempit karena
antropologi sendiri tidak terbatas hanya melihat penghayatan masyarakat
dan pengaruh unsur budaya saja. Antropologi lebih luas lagi kajiannya dari
itu seperti Koentjaraningrat mengatakan bahwa ilmu antropologi
mempelajari manusia dari aspek fisik, sosial, budaya (1984;76). Pengertian
Antropologi kesehatan yang diajukan Foster/Anderson merupakan konsep
yang tepat karena termakutub dalam pengertian ilmu antropologi seperti
disampaikan Koentjaraningrat di atas. Menurut Foster/Anderson,
Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit
dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Pokok perhatian Kutub Biologi :
Pertumbuhan dan perkembangan manusia
Peranan penyakit dalam evolusi manusia
Paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)  
Pokok perhatian kutub sosial-budaya :
Sistem medis tradisional (etnomedisin)
 
Masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional
mereka
Tingkah laku sakit
Hubungan antara dokter pasien
Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat
kepada masyarakat tradisional.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Antropologi Kesehatan adalah
disiplin yang memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan sosio-budya
dari tingkahlaku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara
keduanya disepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi
kesehatan dan penyakit pada manusia (Foster/Anderson, 1986; 1-3).
Menurut Weaver :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari antropologi terapan yang
menangani berbagai aspek dari kesehatan dan penyakit (Weaver, 1968;1)
Menurut Hasan dan Prasad :
Antropologi Kesehatan adalah cabang dari ilmu mengenai manusia yang
mempelajari aspek-aspek biologi dan kebudayaan manusia (termasuk
sejarahnya) dari titik tolak pandangan untuk memahami kedokteran
(medical), sejarah kedokteran (medico-historical), hukum kedokteran
(medico-legal), aspek sosial kedokteran (medico-social) dan masalahmasalah
kesehatan manusia (Hasan dan Prasad, 1959; 21-22)
Menurut Hochstrasser :
Antropologi Kesehatan adalah pemahaman biobudaya manusia dan karyakaryanya,
yang berhubungan dengan kesehatan dan pengobatan
(Hochstrasser dan Tapp, 1970; 245).Menurut Lieban :
Antropologi Kesehatan adalah studi tentang fenomena medis (Lieban 1973,
1034)
Menurut Fabrega :
Antropologi Kesehatan adalah studi yang menjelaskan:
Berbagai faktor, mekanisme dan proses yang memainkan peranan
didalam atau mempengaruhi cara-cara dimana individu-individu dan
kelompok-kelompok terkena oleh atau berespons terhadap sakit dan
penyakit.
Mempelajari masalah-masalah sakit dan penyakit dengan penekanan
terhadap pola-pola tingkahlaku. (Fabrga, 1972;167)
Dari definisi-definisi yang dibuat oleh ahli-ahli antropologi mengenai
Antropologi Kesehatan seperti tersebut di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa Antropologi Kesehatan mencakup:
1. Mendefinisi secara komprehensif dan interpretasi berbagai macam
masalah tentang hubungan timbal-balik biobudaya, antara tingkah laku
manusia dimasa lalu dan masa kini dengan derajat kesehatan dan
penyakit, tanpa mengutamakan perhatian pada penggunaan praktis dari
pengetahuan tersebut;
2. Partisipasi profesional mereka dalam program-program yang bertujuan
memperbaiki derajat kesehatan melalui pemahaman yang lebih besar
tentang hubungan antara gejala bio-sosial-budaya dengan kesehatan,
serta melalui perubahan tingkah laku sehat kearah yang diyakini akan
meningkatkan kesehatan yang lebih baik.


B. SEJARAH PERKEMBANGAN ANTROPOLOGI KESEHATAN
Membicarakan sejarah munculnya dan perkembangan Antropologi
Kesehatan, maka kami  harus melihat dari awal mula munculnya istilah ini
dan penelitian-penelitian mengenai hal ini. Uraian sejarah muncul dan
perkembangan antropologi kesehatan dibuat menurut urutan waktu
cetusannya:

Tahun 1849
Rudolf Virchow, ahli patologi Jerman terkemuka, yang pada tahun 1849
menulis apabila kedokteran adalah ilmu mengenai manusia yang sehat
maupun yang sakit, maka apa pula ilmu yang merumuskan hukum-hukum
sebagai dasar struktur sosial, untuk menjadikan efektif hal-hal yang inheren
dalam manusia itu sendiri sehingga kedokteran dapat melihat struktur sosial
yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit, maka kedokteran dapat
ditetapkan sebagai antropologi. Namun demikian tidak dapat dikatakan
bahwa Vichrow berperan dalam pembentukan asal-usul bidang Antropologi
Kesehatan tersebut., munculnya bidang baru memerlukan lebih dari sekedar
cetusan inspirasi yang cemerlang.

Tahun 1953
Sejarah pertama tentang timbulnya perhatian Antropologi Kesehatan
terdapat pada tulisan yang ditulis Caudill berjudul “Applied Anthropology
in Medicine”. Tulisan ini merupakan tour the force yang cemerlang , tetapi
meskipun telah menimbulkan antusiasme, tulisan itu tidaklah menciptakan
suatu subdisiplin baru.

Tahun 1963
Sepuluh tahun kemudian, Scoth memberi judul “Antropologi Kesehatan”
dan Paul membicarakan “Ahli Antropologi Kesehatan” dalam suatu
artikel mengenai kedokteran dan kesehatan masyarakat. Setelah itu baru
ahli-ahli antropologi Amerika benar-benar menghargai implikasi dari
penelitian-penelitian tentang kesehatan dan penyakit bagi ilmu antropologi.
Pengesahan lebih lanjut atas subdisiplin Antropologi Kesehatan ini adalah
dengan munculnya tulisan yang dibuat Pearsall (1963) yang berjudul
Medical Behaviour Science yang berorientasi antropologi, sejumlah besar
(3000 judul) dari yang terdaftar dalam bibliografi tersebut tak diragukan lagi
menampakan pentingnya sistem medis bagi Antropologi.
 C. AKAR DARI ANTROPOLOGI KESEHATAN
(1) Antropologi fisik/biologi/ragawi, mulanya ilmu antropologi biologi hanya diajarkan pada mahasiswa kedokteran, meskipun dalam perkembangannya antropologi ragawi telah menerima sumbangan ilmu lain yaitu antropolog dan akhirnya dipelajari juga oleh para antropolog. Contoh: nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi;
(2) Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah termasuk di dalam nya tentang pengobatan sihir, religi, magic, hipnotis.
(3) Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama;
(4) Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.
Perkembangan Sosiologi Kesehatan


D. ANTROPOLOGI KESEHATAN DAN EKOLOGI
1. Konsep-konsep Penting dalam Antropologi Kesehatan dan Ekologi
SISTEM adalah Agregasi atau pengelompokan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling
tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan
sedemikian rupa oleh alam atau oleh seni sehingga membentuksuatu keseluruhan yang integral dan berfungsi, beroperasi atau bergerak dalam satu kesatuan.
SISTEM SOSIAL-BUDAYA ATAU KEBUDAYAAN adalah keseluruhan yang integral dalam interaksi antar manusia.
EKOSISTEM adalah suatu interaksi antar kelompok tanaman dan
satwa dengan lingkungan nonhidup mereka (Hardesty 1977;289)
Hubungan, bentuk dan fungsi kesehatan dan penyakit dari

pandangan lingkungan dan sosial-budaya.
Masalah dinamika dari konsekuensi hubungan, bentuk dan fungsi dari kesehatan dan penyakit dengan pendekatan ekologis dan sosial-budaya.

2. Hubungan Antropologi Kesehatan dengan Ekologi
Hubungan manusia dengan lingkungan, dengan tingkahlakunya, dengan
penyakitnya dan cara-cara dimana tingkahlakunya dan penyakitnya
mempengaruhi evolusi dan kebudayaannya selalu melalui proses umpanbalik.
Pendekatan ekologis merupakan dasar bagi studi tentang masalahmasalah
epidemiologi, cara-cara dimana tingkahlaku individu dan
kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang
berbeda-beda dalam populasi yang berbeda-beda. Sebagai contoh pada
penyakit malaria ditemukan pada daerah berikilim tropis dan subtropis
sedangkan pada daerah beriklim dingin tidak ditemukan penyakit ini, juga
pada daerah diatas 1700 meter diatas permukaan laut malaria tidak bisa
berkembang.
Contoh lain, semakin maju suatu bangsa, penyakit yang dideritapun berbeda
dengan bangsa yang baru berkembang. Penyakit-penyakit infeksi seperti
malaria, demam berdarah, TBC, dll pada umumnya terdapat pada negaranegara
berkembang, sedangkan penyakit-penyakit noninfeksi seperti stress,
depresi, kanker, hipertensi umumnya terdapat pada negara-negara maju. Hal
ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang berbeda pada kedua
kelompok tersebut.
Kelompok manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan manusia harus
belajar mengeksploitasi sumber-sumber yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhannya. Interaksi ini dapat berupa sosial psikologis dan budaya yang
sering memainkan peranannya dalam mencetuskan penyakit. Penyakit
adalah bagian dari lingkungan hidup manusia.
3. Paleopatologi
Paleopatologi adalah studi mengenai penyakit-penyakit purba. Para ahli
peleopatologi melakukan studi pada tulang-tulang manusia purba, kotoran,
lukisan pada dinding, patung, mumi, dan lain lain untuk menemukan
penyakit-penyakit infeksi pada manusia purba. Studi untuk mengetahui
penyakit manusia purba dari fosil-fosil ini, pada umumnya hanya terbatas
hanya mengetahui pada penyakit-penyakit yang menunjukkan buktinya
seperti pada tulang-tulang yang dapat diidentifikasi. Sebagai contoh
kerusakan atau abses pada tulang sebagai akibat dari siphilis, TBC,
frambosia, osteomilitus, poliomilitis, kusta, dan penyakit-penyakit yang
sejenisnya adalah penyakit infeksi yang dapat dikenali.
Banyak penyakit-penyakit modern yang tidak terdapat pada penduduk
purba, bukan berarti manusia purba lebih sehat dari manusia modern tetapi
bahwa sakitnya manusia purba disebabkan oleh jenis-jenis patogen dan
faktor lingkungan yang jumlahnya lebih sedikit dari yang dialami oleh
manusia modern. Misalnya penyakit campak, rubella, cacar, gondong,
kolera dan cacar air mungkin tidak terdapat di zaman purba.
Dapat disimpulkan bahwa paleopatologi atau studi mengenai penyakit
purba, sangat banyak berhubungan dengan lingkungan untuk menemukan
penyakit-penyakit purba.

4. Epidemiologi
Epidemiologi berkenaan dengan distribusi, tempat dan prevalensi atau
terjadinya penyakit, sebagaimana yang dipengaruhi oleh lingkungan alam
atau lingkungan ciptaan manusia serta oleh tingkah laku manusia. Variabelvariabel
yang dipakai untuk melihat distribusi tempat dan prevalensi serta
tingkah laku suatu penyakit adalah perbedaan umur, jenis kelamin, statusperkawinan, pekerjaan, hubungan suku bangsa, kelas sosial, tingkahlaku
individu, serta lingkungan alami. Faktor-faktor ini dan faktor lainnya
berperanan penting dalam distribusi dan prevalensi berbagai penyakit.
Contoh pemuda Amerika lebih banyak mengalami kecelekaan daripada
wanita muda dan orang tua, perokok lebih banyak kena kanker paru-paru
daripada bukan perokok, gondok lebih banyak menyerang penduduk
pedalaman yang tinggal di daerah pegunungan daripada penduduk pantai
yang bahan makannya kaya yodium.
Tugas seorang epidemiolog adalah bekerja untuk membuat korelasi-korelasi
dalam hal insiden penyakit dalam usaha menetapkan petunjuk tentang polapola
penyebab penyakit yang kompleks, atau tentang kemungkinankemungkinan
dalam pengawasan penyakit (Clausen; 1963:142).
Epidemiologi berusaha mencapai suatu tujuan yaitu meningkatkan derajat
kesehatan, mengurangi timbulnya semua ancaman kesehatan.
Ahli antropologi lebih menaruh minat pada ciri epidemiologi dari penyakitpenyakit
penduduk non Eropa dan Amerika, termasuk penyakit-penyakit
psikologis yang disebabkan oleh struktur budaya yang dalam Antropologi
Kesehatan disebut dengan istilah “Sindroma Kebudayaan Khusus” seperti
“mengamuk” atau histeris. Selain itu, ahli antropologi juga menaruh minat
pada studi-studi mengenai “Epidemiologi Pembangunan” yaitu mencari
konsekuensi-konsekuensi kesehatan yang sering bersifat mengganggu
terhadap proyek-proyek pembangunan.
E. PERANAN ANTROPOLOGI KESEHATAN DALAM
    PEMBANGUNAN MASYARAKAT
Dalam bagian ini saya akan menguraikan peranan Antropologi Kesehatan
dalam menjalankan program-program pembangunan yang direncanakan
untuk memberikan perawatan kesehatan yang lebih baik pada masyarakat. Ini berarti merupakan penerapan masalah pengetahuan Antropologi
Kesehatan dan konsekuensinya.
Fokus yang dibicarakan dalam bagian ini adalah mengenai antropologi
tentang kesehatan atau antropologi dalam kesehatan. Ini berarti membahas
kesehatan dari perspektif antropologi “sebagai ahli antropologi” dan
membahas ahli antropologi sebagai pekerja kesehatan.
Untuk menjadi seorang ahli antropologi kesehatan, seseorang memerlukan
dasar latihan antropologi yang baik, pengalaman penelitian, naluri terhadap
masalah, simpati terhadap orang lain dan tentu saja dapat memasuki dunia
kesehatan dan masyarakat kesehatan yang bersedia menerima kehadiran
para ahli antropologi itu.
Ahli antropologi mempunyai banyak ladang di dalam lembaga kesehatan
atau “masyarakat kesehatan” sebagai tempat kajiannya seperti rumah sakit
jiwa, rumahsakit umum, dokter praktek, para pasien, sekolah-sekolahkedokteran, klinik-klinik, puskesmas dan “masyarakat kesehatan” lainnya.
Metode-metode penelitian yang sama seperti yang dipergunakan ahli
antropologi pada umumnya dalam penelitian tradisional dapat diterapkan
kepada lingkungan-lingkungan itu (“masyarakat kesehatan”). Pranatapranata
kesehatan dalam arti yang luas adalah sejumlah lapangan penelitian
yang sangat produktif bagi para ahli antropologi. Namun tidaklah cukup jika
hanya pranata kesehatan saja yang dipelajari. Para ahli antropologi harus
dapat memasuki pranata itu. Meneliti pranata kesehatan dalam masyarakat
tradisional tidak memerlukan para tenaga kesehatan, tetapi meneliti
“masyarakat kesehatan” tidak cukup seorang ahli antropologi, tetapi ia harus
diterima dalam pranata masyarkat kesehatan dan membutuhkan bantuan
tenaga profesional kesehatan yang lain.

Kegunaan Antropologi Kesehatan
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan, perilaku, persepsi, emosi, bahasa, agama, ritual, struktur keluarga, diet, pakaian, sikap terhadap sakit, dll). Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang asa di masyarakat tersebut.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut:
(1) Memberikan suatu cara untuk memandang masysrakat secara keseluruhan termasuk individunya.
(2) Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.
(3) Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.

Dalam sosiologi kesehatan dikenal beberapa istilah yang menunjukkan sumbangan atau peran sosiologi pada bidang kesehatan, yaitu:
 (1) Sociology in Medicine, adalah sosiolog yang bekerjasama secara langsung dengan dokter dan staf kesehatan lainnya di dalam mempelajari faktor sosial yang relevan dengan terjadinya gangguan kesehatan ataupun sosiolog berusaha berhubungan langsung dengan perawatan pasien atau untuk memecahkan problem kesehatan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa fenomena sosial dapat menjadi faktor penentu atau mempengaruhi orang-orang untuk menangani penyakit atau mempengaruhi kesehatan mereka ataupun tingkahlaku lain setelah sakit dan penyakit terjadi;
(2) Sociology of Medicine, berhubungan dengan organisasi, nilai, kepercayaan terhadap praktek kedokteran sebagai bentuk dari perilaku manusia yang berada dalam lingkup pelayanan kesehatan, misalnya bentuk pelayanan kesehatan, sumberdaya manusia untuk membangun kesehatan, pelatihan petugas kesehatan;
(3) Sociology for medicine berhubungan dengan srategi metodoli yang dikembangkan sosiologi untuk kepentingan bidang pelayanan kesehatan. Misalnya teknik skala pengukuran Thurstone, Likert, Guttman yang membantu mengenali atau mengukur skla sikap.
(4) Sociology from medicine menganalisa lingkungan kedokteran dari perspektif sosial. Misalnya bagaimana pola pendidikan, perilaku, gaya hidup para dokter, atau ‘sosialisasi’mahasiswa kedokteran selama mengikuti pendidikan kedokteran;
(5) Sociology at medicine merupakan bagian yang lebih banyak mengamati orientasi politik dan ideology yang berhubungan dengan kesehatan. Misalnya, bagaimana suatu struktur pengobatan ‘Western’ akan mempengaruhi perubahan pola pengobatan sekaligus merubah pola interaksi masyarakat;
(6) Sociology around medicine menunjukkan bagaimana sosiologi menjadi bagian atau berinteraksi dengan ilmu lain seperti antropologi, ekonomi, etnologi, etik, filosofi, hukum mapun bahasa.

 HIPNOTHERAPY
Apa itu Hipnoterapis? - Hipnoterapis atau bahasa inggrisnya “Hypnotherapist” itu sebuah profesi seperti dokter dan psikolog.  Mudahnya, hipnoterapis adalah orang yang mempraktekkan hipnosis untuk penyembuhan. Jika dokter menangani masalah fisik, maka hipnoterapis menangani masalah psikologis. Jika Anda menjadi hipnoterapis, maka Anda bisa membantu orang untuk mengatasi fobia, trauma, stress, depresi, psikosomatis, kecemasan, minder, gagap, latah, perasaan yang labil, insomnia, obsessive compulsive, halusinasi dan masalah psikologis lainnya.
Anda juga bisa membantu orang lain untuk menurunkan berat badan, mempercantik diri secara alami, motivasi berhenti merokok, mengubah kebiasaan buruk, mengatasi masalah seksual, meningkatkan motivasi, daya ingat, konsentrasi, kreativitas dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan hipnoterapi. Boleh dibilang, hipnoterapi adalah kunci pembuka bagi segala masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku manusia.
Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.
Hipnotis adalah keadaan dimana proses hipnosis dilakukan, dimana seseorang membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis. . Orang yang terhipnotis dipercaya berada dalam keadaan mental dimana perhatiannya menjadi terfokus, terkonsentrasi, dan pikirannya lebih mudah menerima permintaan atau sugesti.
Sejarah hipnosis
Istilah
Istilah hipnotisme (hipnotis) dan hipnosis pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter bedah asal Skotlandia pada tahun 1841-1842 yang merupakan singkatan dari “syaraf tidur” (“neuro-hypnotism”). Praktik hipnosis oleh James Braid pada awalnya berdasarkan teknik yang dikembangkan oleh Franz Anton Mesmer dan pengikutnya yaitu aliran “Mesmerisme” atau “magnet hewani”, namun teorinya berbeda dalam penerapan prosedurnya.
Pengamatannya tentang hipnosis mulanya berawal dari penemuan komite Perancis, yang dilanjutkan dengan pengenalan buku Elements of the Philosophy of the Human Mind (Elemen-elemen Filosofis Pikiran Manusia) (1827) oleh Dugald Stewart, seorang filsuf berpengaruh dari “Scottish School of Common Sense” (Sekolah Skotlandia Untuk Pikiran yang Berakal). Filsuf ini mendorong para dokter untuk melestarikan komponen-komponen dari Mesmerisme dengan menggantikannya menggunakan interpretasi baru menggunakan “akal sehat” berdasarkan hukum fisiologi dan psikologis.
James Braid mendeskripsikan istilah hipnotis, atau tidurnya syaraf, sebagai kondisi di saat sistem syaraf dihentakkan dengan pikiran buatan. Proses ini membuat hipnotis berbeda dengan kondisi tertidur atau tersadar (bangun) pada umumnya.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di “Kekuatan Pikiran diatas Kekuatan Jasmani”, walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme..
[sunting] Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk “menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi”. Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi – dan disisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya
·  Psikoterapi. Psikoterapi adalah suatu cara yang digunakan untuk membantu orang lain mencapai perubahan psikologis. Orang yang melakukan psikoterapi disebut “Psychotherapist” atau Teknik-teknik psikoterapi bisa Anda gunakan untuk mengubah pikiran, perasaan, persepsi, kepribadian, perilaku, kebiasaan dan segala komponen psikologis yang ada dalam diri seseorang. Teknik psikoterapi yang diajarkan Pak Indra sangat praktis, terbukti efektif dan mudah dipahami oleh siapapun. Psikoterapi adalah teknik-teknik terapi pikiran yang bisa dilakukan dengan atau tanpa hipnosis. Psikoterapi tidak hanya untuk mengatasi masalah psikologis, tapi juga untuk pengembangan diri atau peningkatan SDM.
·  Hipnoterapi. Hipnoterapi adalah psikoterapi yang dilakukan pada klien dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri tidak bisa menyembuhkan apapun. Dalam proses hipnoterapi, hipnosis berfungsi sebagai katalis. Maksudnya, kondisi hipnosis bisa melipatgandakan hasil psikoterapi dibandingkan apabila psikoterapi dilakukan dalam kondisi biasa. Dalam pelatihan ini akan dibahas secara mendetail langkah demi langkah bagaimana cara mengatasi berbagai kasus populer yang bernilai ekonomi tinggi seperti menurunkan berat badan, menghilangkan rasa takut dan terapi untuk masalah seksual.












BAB III
PEMBAHASAN


Pengobatan Alternative dengan Hipnoterapi
Sejarah hypnosis
Istilah hipnotisme (hipnotis) dan hipnosis pertama kali diperkenalkan oleh James Braid, seorang dokter bedah asal Skotlandia pada tahun 1841-1842 yang merupakan singkatan dari “syaraf tidur” (“neuro-hypnotism”). Praktik hipnosis oleh James Braid pada awalnya berdasarkan teknik yang dikembangkan oleh Franz Anton Mesmer dan pengikutnya yaitu aliran “Mesmerisme” atau “magnet hewani”, namun teorinya berbeda dalam penerapan prosedurnya.
Pada tahun 1734-1815 seorang dokter berkebangsaan Inggris memperkenalkan metode pengobatan medical hipnosis atau yang sekarang lebih dikenal hipnoterapi. Terapi ini diterapkan untuk psikoterapi, mencegah timbulnya ganguan kesehatan (prevention of diseases), peningkatan taraf kesehatan (health promotion) serta untuk upaya rehabilitasi lainnya.

Pengamatannya tentang hipnosis mulanya berawal dari penemuan komite Perancis, yang dilanjutkan dengan pengenalan buku Elements of the Philosophy of the Human Mind (Elemen-elemen Filosofis Pikiran Manusia) (1827) oleh Dugald Stewart, seorang filsuf berpengaruh dari “Scottish School of Common Sense” (Sekolah Skotlandia Untuk Pikiran yang Berakal). Filsuf ini mendorong para dokter untuk melestarikan komponen-komponen dari Mesmerisme dengan menggantikannya menggunakan interpretasi baru menggunakan “akal sehat” berdasarkan hukum fisiologi dan psikologis.
James Braid mendeskripsikan istilah hipnotis, atau tidurnya syaraf, sebagai kondisi di saat sistem syaraf dihentakkan dengan pikiran buatan. Proses ini membuat hipnotis berbeda dengan kondisi tertidur atau tersadar (bangun) pada umumnya.
Praktik hipnosis
Praktik-praktik hipnotis pada awalnya dikenal sebagai teknik meditasi dari Timur (oriental). Praktik-praktik hipnotis yang dilakukan kini memiliki kesamaan dengan berbagai bentuk meditasi yoga oleh agama Hindu dan praktik-praktik spiritual kuno, seperti yang dideskripsikan oleh tulisan Persia kuno tentang berbagai macam ritual agama dan ritual penyembuhan yang dilakukan di Timur.
Dalam tulisannya di “Kekuatan Pikiran diatas Kekuatan Jasmani”, walaupun James Braid menentang dalil-dalil kepercayaan pada fenomena ini, namun tulisannya menunjukkan bahwa meditasi dari Timur menghasilkan efek-efek hipotisme dalam kesendirian, tanpa hadirnya seseorang yang menghipnotis, sehingga ia melihatnya sebagai bukti bahwa hipnotisme terdapat dalam praktik-praktik kuno meditasi dan bukan dari teori-teori moderen maupun praktik aliran mesmerisme..

Kontroversi hipnotis
Walaupun secara umum efek-efek dari hipnosis diakui, namun banyak perbedaan pendapat antara kalangan ilmuan dan klinis tentang bagaimana hipnosis bekerja.
Psikologis E.M Thorton (1976) memperluas analogi tentang hubungan antara hipnosis, aliran mesmerisme, dan sihir. Ia menekankan bahwa subyek yang dihipnotis pada dasarnya diminta untuk “menuju kondisi seperti pasien epilepsi ditirukan seperti sebuah parodi”. Apabila subyek terlihat seperti kerasukan, maka hal ini diakibatkan karena kondisi kerasukan melibatkan konteks yang mirip secara sosio-kognitif, layaknya seseorang yang menerima peran yang diberikan kepadanya dan merasakan hubungan antara yang meminta dan diminta. Bagaimanapun hipnosis dilakukan, pada dasarnya hipnotisme, aliran mesmerisme, histeria, dan kerasukan setan memiliki dasar yang sama dimana konstruksi sosial di rancang oleh pelaku terapi yang antusias akan hal ini, pelaku pertunjukan (showmen), dan pendeta-pendeta atau pelaku ritual agama pada satu sisi – dan disisi lain ada orang-orang yang mudah percaya, penuh imajinasi, penuh kesediaan, diikuti dengan kebutuhan emosional yang tinggi akan kemampuan orang lain untuknya

Di Indonesia, hipnosis sudah diakui sebagai salah satu alternatif penyembuhan yang telah teruji kebenarannya. Bahkan hipnosis kedoteran sudah menjadi seminar resmi bagi calon psikiater di FKUI. Sedangkan di RSPAD Gatot Subroto sebagai pusat hipnosis kedokteran pertama, menerapkan hipnodonsi (dental Hypnosis) untuk dokter gigi serta para psikiaternya. Jadi, jangan takut untuk mencoba manfaat hipnoterapi.

Hipnoterapi Bukan Gendam
Anggapan masarakat terhadap hipnoterapi sering diasumsikan sama dengan metode gendam yang sering digunakan untuk praktek kejahatan, keduanya memang sama menggunakan gelombang elektromanetik dan energi dalam tubuh manusia, namun ada perbedaan mendasar dalam penerapannya. Menurut Dr. Erwin, hipnoterapi bukanlah gendam atau ilmu sihir. Seperti yang banyak digunakan dalam kasus kejahatan, korban dibuat tidak sadar dan menyerahkan apa yang dimilikinya. Dalam hipnoterapi, si pasen dijadikan subjek aktif yang dipandu secara sadar dan mau menerima apa yang di lakukan terapis sehingga melakukan energinya sendiri untuk penyembuhan dimaksud. Sedangkan dalam gendam yang terjadi adalah proses magnetisme, yaitu si korban/pasien menjadi obyek pasif dan secara tidak sadar dipengaruhi energi dari si pelaku kejahatan.
Cara Kerja Hipnoterapi
Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani berarti tidur. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan mengkondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state) manusia. Untuk membangkitkan jiwa bawah sadarnya, pasien dalam kondisi relaksasi atau atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Saat jiwa sadarnya beristirahat maka jiwa bawah sadarnya akan muncul. Dalam kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus menerus hingga keadaan dimana rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan digantikan oleh sugesti positif . Jadi cara Kerja hipnoterapi “bermain” di “piranti lunak” atau badan halus/roh dalam tubuh manusia, papar Dr. Erwin.
Dari pengalaman praktek Dr. Erwin, tingkat keberhasilannya sugesti positif pada pasien berbeda masing-masing orang. Tergantung ganguan berat-ringanya penyakit yang diderita serta kemauan untuk sembuh dari dalam diri pasien. Hipnoterapi tidak bisa langsung menyembuhkan dalam satu atau dua kali terapi, seperti kasus kecanduan narkoba atau pasien ingin berhenti merokok. Jika kecanduan narkoba atau merokok sudah sangat berat, untuk sembuh total proses terapi bisa selama dua tahun. Untuk mempercepat kesembuhan, pasien juga harus proaktif dan mempunyai kemauan yang kuat untuk sembuh. Dalam hipnoterapi, terapis hanya berperan sebagai fasilitator, pasien harus kooperatif dan sebagai subyek aktif. Agar proses terapi tepat sasaran, pasin harus benar-benar memahami betul maksud dan tujuan hipnoterapi. Harus ada kesepakatan antara pasien dan terapis, karena pasienlah sebenarnya yang paling tau apa yang dideritanya, tutur dokter yang praktek di Klinik Prorevital di daerah Cempaka Putih dan RSPAD Jakarta.
Sembuhkan Stres, Depresi dan Fobia
Hipnoterapi lebih efektif digunakan untuk mengobati ganguan kesehatan yang sifatnya fungsional. Ganguan kesehatan karena defisiensi organik dalam tubuh maupun defisiensi zat dari luar tubuh tidak bisa disembuhkan. Seperti kasus kekurangan zat gizi tertentu, dehidrasi atau ganguan penyakit kulit, tetap harus diobati dengan pengobatan medis yang lain, tidak bisa dengan hipnoterapi. Begitu juga kasus trauma fisik seperti patah tulang, tandas Dr. Erwin. Dalam prakteknya, Dr.Erwin lebih banyak menangani penyakit akibat ganguan neurosis, seperti stres, depresi, fobia, atau rasa cemas yang berlebihan.
Ganguan kejiwaan seperti stres lebih mudah disembuhkan dengan hipnoterapi, dengan memberikan sugesti, pasien bisa ditenangkan. Kebanyakan orang melakukan tindakan fisik untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit kejiwaan. Penyakit jenis ini lebih tepat diobati dengan hipnoterapi, karena yang sakit bukan fisiknya namun jiwanya. Ganguan bioplasmik juga bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. Ganguan bioplasmik biasanya ditandai dengan menurunnya ketahanan fisik dan mental.
Self Healing
Selain dilakukan oleh terapis, hipnoterapi juga bisa dilakukan untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing. Sebenarnya beberapa penyakit sumbernya dari pikiran kita. Ramalan diri sendiri atau sugesti hipnosis seringkali menjadi nyata karena pikiran kita yang memasukan sugesti dalam proses pemikiran. Seperti saat kita kehujanan, di dalam pikiran kita akan tersugesti, saya akan sakit kepala atau pusing karena kehujanan. Akibatnya tubuh benar-benar mengalami sakit kepala. Padahal jika ditanamkan sugesti saya akan sehat dan tidak akan terjadi apa-apa maka sakitpun tidak akan datang. Fenomena seperti ini yang disebut oleh pengobatan memdis barat sebagai efek plasebo.
Banyak penyakit bisa disembuhkan dengan autohipnosis, berdasarkan pengalaman praktek Dr. Erwin, penyakit seperti ketergantungan narkoba, stres, vertigo, insomnia, fobia, migrain, hingga menguruskan bebrat badan bisa disembuhkan dengan autohipnosis. Pada kondisi orang sehat, autohipnosis juga bisa digunakan untuk menghindari rekaman negatif, mencegah timbulnya penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika tercapai kondisi badan yang sehat, daya tahan tubuh juga meningkat dan badan menjadi tidak mudah sakit. Kemampuan melakukan autohipnosis bisa dipelajari dengan kursus hipnoterapi, dengan 20 kali pertemuan, biasanya Anda sudah bisa melakukan autohipnosis.
Efek Negatif dan Positif
Kelebihan hipnoterapi adalah murah, karena bisa dilakukan sendiri. Hipnoterapi juga relatif lebih efektif menghilangkan rasa nyeri dibandingkan pengobatan analgesik, termasuk morfin sekalipun. Hipnoterapi juga aman tanpa efek negatif seperti efek ketergantungan. Walaupun relatif aman, hipnoterapi mempunyai efek samping. Pada beberapa pasien bia menimbulkan abreaksi. Suatu keadaan dimana pasien keluar dari rekaman bawah sadarnya secara serentak. Akibatnya bisa menimbulkan rasa kekesalan atau kesedihan secara berlebihan, reaksinya pasien bisa tidak terkendali, namun kondisi biasanya tidak berlangsung lama dan bisa dikendalikan oleh terapis.
 Perbedaan Hipnotis dengan Hipnoterapis
Hipnotis, kata yang akrab kita dengar dimana – mana, tetapi apakah kita tahu apa arti sebenarnya dari hipnotis itu ? Umumnya kata hipnotis akrab dengan kejahatan, acara entertainment TV atau anggapan – anggapan lainnya. Tapi, apakah anggapan atau arti hipnotis yang sebenarnya adalah seperti itu? Tentu saja bukan ! Maka dari itu dengan membaca artikel ini, akan memperjelas bagi anda yang belum tahu betul arti sebenarnya dari istilah hipnotis. Baiklah untuk sedikit membantu, saya akan memberi contoh sebagai berikut. Seorang pemain piano akrab dengan panggilan pianis, sedangkan pemain gitar akrab dengan gitaris, penyanyi akrab juga didengar dengan vokalis. Begitu juga arti sebenarnya dari hipnotis. Hipnotis adalah panggilan bagi seseorang yang “mampu” melakukan teknik hipnosis dengan baik dan benar. Apa itu hipnosis? hipnosis adalah suatu kondisi dimana seseorang sangat terbuka untuk menerima sugesti yang diberikan kepadanya dan memberikan respon terhadap sugesti tersebut, dalam hal ini sugesti yang dimaksudkan adalah sugesti yang diberikan oleh hipnotis. Mungkin itu terdengar agak seram bagi segelintir orang. Karena berbau dengan pikiran tentunya orang terkadang memiliki pandangan bahwa hipnosis adalah ilmu yang mempelajari bagaimana bisa menguasai pikiran orang lain, menyuruh orang lain melakukan kegiatan atau hal yang kita inginkan tanpa ia sadari. Itu merupakan beberapa contoh pandangan – pandangan yang salah. Disini saya ingin meluruskan anggapan – anggapan yang salah tersebut, sehingga masyarakat Indonesia tidak selalu termakan oleh kata – kata negatif yang padahal mereka tidak ketahui apakah arti dari kata – kata itu benar atau tidak pada kenyataannya.
Disini saya akan meluruskan arti dari Hipnotis dan Hipnoterapi. Sebelumnya, kita kembali kepada arti dari hipnosis itu sendiri. Hipnosis memang keadaan dimana seseorang sangat terbuka untuk menerima sugesti dan memberikan respon atas sugesti tersebut, tetapi bukanlah ilmu yang membuat kuta dapat memerintah orang lain semau hati kita, menguasai pikiran orang lain. Mungkin anda sering melihat itu terjadi di televisi. Tapi, apakah anda yakin bahwa itu semua benar? ataukah itu semua hanya rekayasa belaka? Mungkin anda hanya melihat sekilas dari televisi dan membuat anggapan sendiri dan arti sendiri mengenai hipnosis itu. Beberapa hal yang anda saksikan dalam televisi ada yang benar dan ada yang tidak benar. Maksud saya adalah bahwa tidak semua yang anda saksikan dalam televisi itu semua adalah benar seutuhnya.  Karena acara dengan menggunakan hipnosis itu tampil di televisi, maka harus dibuat benar – benar menarik. Seakan-akan memang orang itu terhipnosis dengan sangat mudahnya. Tetapi, sebenarnya mereka sebelumnya telah di hipnosis terlebih dahulu di belakang panggung, sehingga ketika mereka naik ke panggung, sudah dengan sangat mudahnya mereka masuk ke dalam  kondisi hipnosis. Jadi, hipnosis adalah ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana kita dapat memasukan informasi ke dalam pikiran seseorang secara halus, sehingga itu dapat diterima dengan baik oleh orang itu, tetapi tanpa adanya pertentangan dengan kepercayaan dari orang tersebut, tetapi itu semua tidak dapat dilakukan jika orang itu MENOLAK untuk dihipnosis. Sedangkan orang yang melakukan ilmu tersebut atau mempraktekkan ilmu hipnosis, disebut sebagai hipnotis.
Sedangkan hipnoterapi adalah ilmu hipnosis yang lebih dalam dibandingkan dengan yang dipelajari oleh seorang hipnotis. Hipnoterapi digunakan untuk menterapi seseorang yang mengalami gangguan dalam hidupnya. Maka hipnoterapis adalah seorang yang telah menguasai betul ilmu hipnosis yang lebih dalam dari seorang hipnotis serta digunakan untuk membantu orang lain. Dalam konteks ini, membantu adalah melakukan terapi terhadap orang yang mengalami gangguan dalam dirinya terutama yang disebabkan oleh pikiran. Karena perlu kita ketahui bahwa hampir kebanyakan penyakit, disebabkan oleh pikiran kita sendiri. Apa yang kita pikirakan, itulah yang akan terjadi pada kenyataannya. Dan beberapa gangguan yang terjadi pada pikiran kita, akan memberikan dampak kepada badan kita. Sebagai contoh adalah ketika seseorang ingin melakukan presentasi dihadapan banyak orang, maka kadang yang terjadi adalah terjadi rasa gugup, badan gemetaran, keluar keringat dingin,bolak – balik ke toilet, berbicara menjadi terbata-bata dan sebagainya. Itu adalah sedikit contoh yang dapat sedikit anda sering hadapi. Hipnoterapis adalah orang yang akan membantu anda menghilangkan gangguan – gangguan yang terjadi dalam diri anda yang disebabkan oleh pikiran anda. Berikut adalah beberapa hal yang biasanya ditangani oleh seorang hipnoterapis :
* Stress Management, Minder, Latah
* Phobia, Trauma, Kecemasan
* Psikosomastis
* Masalah Anak
* Motivasi
* Sports Improvement
* Anxiety
* Meningkatkan Konsentrasi
* Perilaku
* Self Improvement
* Weight Control
* Sleeping Problems
* Physical Healing
* Menemukan tujuan hidup
* Meningkatkan kepercayaan diri
* Meningkatkan kualitas belajar
* Meningkatkan konsentrasi
* Menemukan misi hidup
* Relationship Issues
* Menghilangkan Mental blok
* Tidak bisa memaafkan orang lain sehingga menghalangi kesuksesan
* Meningkatkan Performance Kerja
* Pain Management dan segala yang berkaitan dengan cara kerja pikiran.
Itu adalah sedikit gambaran perbedaan antara hipnotis dengan hipnoterapi. Sehingga jangan sampai anda salah persepsi dan salah anggapan mengenai hipnotis dan hipnoterapi. Serta jangan sampai anda salah menganggap bahwa hipnosis adalah kejahatan atau hal – hal negatif lainnya. Karena ilmu tersebut digunakan untuk membantu orang sehingga mereka hidup menjadi lebih baik dan terbebas dari masalah – masalah yang mengganggunya. Jadi, rubahlah persepsi anda mulai sekarang mengenai hipotis dan hiipnoterapi. Jika anda ingin menanyakan lebih mengenai hipnotis dan hipnoterapi, silahkan anda berikan komentar di bawah artikel ini. Saya akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan  dan keraguan anda mengenai hipnotis, hipnoterapi dan segala hal yang berhubungan dengan itu semua. Dan jika anda mencari seorang hipnoterapis yang bisa membantu anda atau orang – orang terdekat anda, anda bisa langsung menghubungi saya.
Mulai banyaknya tayangan hipnosis di televisi beberapa tahun belakangan ini, membuat hipnosis menjadi semakin populer di masyarakat Indonesia.
Kata hypnosis itu sendiri diartikan bermacam-macam dalam bahasa inggris. Ambil contoh kamus Encarta, salah satu definisi hypnosis dalam kamus ini adalah “artificially induced condition: a condition that can be artificially induced in people, in which they can respond to questions and are very susceptible to suggestions from the hypnotist” yang berarti suatu kondisi yang diinduksi sengaja sengaja di mana orang dalam kondisi tersebut akan sangat sugestif terhadap sugesti dari hipnotis.
Kemudian kamus Merriam Webster mengartikan hypnosis sebagai “a trancelike state that resembles sleep but is induced by a person whose suggestions are readily accepted by the subject” yang kurang lebih berarti suatu kondisi seperti trance yang mirip dengan tidur, tetapi diinduksi secara sengaja oleh seseorang yang sugestinya siap diterima oleh subyek.
Jika kita coba menggabungkan kedua definisi di atas, kita bisa simpulkan hipnosis adalah suatu KONDISI (PIKIRAN) yang diinduksi secara sengaja oleh seorang hipnotis yang sugestinya siap diterima oleh subyek. Perhatikan bahwa ada kata ‘hipnotis yang sugestinya siap diterima oleh subyek’. Jadi jika subyek tidak siap menerima sugesti dari hipnotis, dia tidak akan bisa dibawa masuk ke kondisi hipnosis.
Ada definisi hypnosis yang lebih baik lagi menurut saya, definisi ini dibuat oleh US Department of Education Human Services Division. Jika kedua definisi di atas berkaitan dengan KONDISI PIKIRAN, definisi ini berkaitan dengan suatu PROSES, yaitu “the bypass of the critical factor of the conscious mind, followed by the establishment of selective acceptable thoughts”. Artinya hipnosis adalah terlewatinya faktor kritis dari pikiran sadar, yang diikuti dengan masuknya ide tertentu yang dapat diterima. Ide yang berhasil melewati faktor kritis dari pikiran sadar akan diterima oleh pikiran bawah sadar, jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang tersimpan pada pikiran bawah sadar (tentang pikiran sadar dan bawah sadar, akan saya jelaskan pada notes selanjutnya).
Secara saintifik, tercapainya hipnosis sebagai kondisi pikiran bisa diukur dengan EEG (electroencephalography), alat untuk mengukur aktivitas gelombang otak. Secara garis besar, frekuensi gelombang otak yang terukur bisa dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu beta (14-30 Hz), alpha (sekitar 7-13 Hz), theta (sekitar 4-7 Hz), dan delta (sekitar 0,1-4 Hz). Kondisi hipnosis adalah kondisi di mana gelombang otak yang dominan adalah alpha atau theta. Sedangkan gelombang beta akan dominan pada kondisi pikiran sadar aktif dan banyak menganalisis, gelombang delta dominan pada kondisi tidur tanpa mimpi. Sederhananya, kondisi hipnosis adalah kondisi alami di mana frekuensi gelombang otak berada di antara frekuensi tidur tanpa mimpi dan kesadaran sehari-hari. Perlu diingat juga walaupun seorang subyek telah berada pada kondisi gelombang otak alpha atau theta, namun jika subyek tidak siap/mau menerima sugesti dari hipnotis, ataupun sugesti yang diberikan berlawanan dengan nilai-nilai yang tersimpan pada pikiran bawah sadar subyek, ide tersebut tidak akan diterima dan dijalankan oleh subyek.
Dari pembahasan di atas, kita lihat bahwa sebenarnya yang memegang kontrol adalah subyek hipnosis, bukan sang hipnotis. Oleh karena itu, ada yang menyebutkan bahwa “all hypnosis is self-hypnosis”. Semua hipnosis adalah hipnosis diri. Peran seorang hipnotis dalam suatu proses hipnosis hanya membimbing subyek masuk kedalam kondisi hipnosis, dan memberikan sugesti, tetapi diterima atau tidaknya sugesti ini ada di tangan subyek.
Apa saja manfaat Hipnoterapi?
  • Minder, kurang percaya diri
  • Phobia
  • Membebaskan diri  dari grogi ketika berbicara
  • Stress, terlalu banyak pikiran
  • Depresi
  • Bangkit dari Kesedihan
  • Mengendalikan emosi/marah yang berlebihan baik terhadapa anak maupun pasangan
  • Menetralisir sakit hati
  • Menangani konflik diri
  • Membebaskan diri dari perasaan bersalah
  • Berhenti Merokok
  • Mengompol di waktu tidur
  • Panic Attack, tiba-tiba merasa ketakutan, cemas dan panik tanpa sebab
  • Mudah tersinggung atau sensitive terhadap kata-kata orang lain
  • Paranoid, atau suatu ketakutan orang lain akan mencelakakan atau selalu merasa dirinya dalam bahaya
  • Menghancurkan mental block
  • Membebaskan diri dari psikosomatis(penyakit yang disebabkan pikiran, tubuh dicek ke dokter tidak ada yang sakit)
  • Insomnia
  • Tidak percaya diri
  • Dll yang berhubungan dengan pikiran dan emosi
Apa syarat untuk dihipnoterapi?
Klien harus mempunyai KEINGINAN DARI DIRI SENDIRI untuk BEBAS dari MASALAHNYA dan MAU diterapi.  Terapi tidak dapat dilakukan dengan adanya unsur Paksaan atau Klien merasa tidak ada yang bermasalah dengan dirinya







BAB IV
PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Antropologi kesehatan merupakan ilmu yang mempelajari gejala-gejala sosiobudaya, biobudaya, dan ekologi budaya dari kesehatan dan kesakitan yang dilihat dari segi-segi fisik, jiwa, dan sosial serta perawatannya masing-masing dan interaksi antara ketiga segi ini dalam kehidupan masyarakat, baik pada tingkat individual maupun tingkat kelompok sosial keseluruhannya.
Perkembangan antropologi kesehatan sejak permulaan dasawarsa enam puluhan begitu pesat (seluruh universitas yang tergolong baik di AS membuka program pengkhususan) medical anthropology. Di dunia internasional dan di Indonesia khususnya, telah membentuk kondisi dasar bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan maupun penambahan jumlah tenaga ahli. Dengan demikian peranan mereka dalam penelitian berbagai masalah kesehatan dapat berkembang. Kondisi ini bukan hanya bagi kepentingan penelitian konseptual dan teoritis tetapi juga dalam menanggulangi masalah kesehatan bagi kepentingan masyarakat.
Foster (1981) mengembangkan Pelayanan Kesehatan Primer (PKP) sesudah dikenal sebagai Primary Health Care (Alma Alta 1978). Deklarasi ini bertujuan untuk mengurangi ketidakadilan pada sistem pelayanan kesehatan nasional negara berkembang seperti Indonesia. Deklarasi ini juga menetapkan bahwa kesehatan adalah suatu hak asasi manusia dan upaya meningkatkan derajat kesehatan setinggi mungkin merupakan tujuan sosial yang penting.
Di pihak lain dinyatakan bahwa rakyat di setiap negara memiliki hak dan kewajiban untuk berperan serta/berpartisipasi sosial, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan pelayanan kesehatan mereka. Tahun 2000 (diharap semua di dunia) harus mencapai tingkat kesehatan (hidup produktif) sosial ekonomi (santoso 1988) “kalau upaya yang dimaksud berhasil”. Perlu dikaji karena berbagai masalah yang telah dialami oleh institusi kesehatan PKP (antropologi kesehatan terapan) menunjukkan peranan ilmuwan antropologi kesehatan dlm penelitian mengenai masalah kesehatan & penanggulangan?peningkatan derajat kesehatan penduduk.
AKAR DARI ANTROPOLOGI KESEHATAN
Menelusuri antropologi kesehatan kontemporer untuk sumber yang berbeda, dimana perkembangannya masing-masing secara relatif (tetapi tidak mutlak) terpisah satu sama lain :

1. Perhatian ahli antropologi fisik terhadap topik-topik seperti evolusi, adaptasi, anatomi komparatif, tipe-tipe ras, genetik dan serologi

2. Perhatian etnografi tradisional terhadap pengobatan primitif termasuk ilmu sihir dan magic.
3. Gerakan “kebudayaan & kepribadian” pada akhir 1930-an & 1940-an, kerjasama antara ahli-ahli psikiatri & antropologi.
4. Gerakan kesehatan masyarakat internasional setelah PD II.
hipnoterapis adalah orang yang mempraktekkan hipnosis untuk penyembuhan. Jika dokter menangani masalah fisik, maka hipnoterapis menangani masalah psikologis. Jika Anda menjadi hipnoterapis, maka Anda bisa membantu orang untuk mengatasi fobia, trauma, stress, depresi, psikosomatis, kecemasan, minder, gagap, latah, perasaan yang labil, insomnia, obsessive compulsive, halusinasi dan masalah psikologis lainnya.
Anda juga bisa membantu orang lain untuk menurunkan berat badan, mempercantik diri secara alami, motivasi berhenti merokok, mengubah kebiasaan buruk, mengatasi masalah seksual, meningkatkan motivasi, daya ingat, konsentrasi, kreativitas dan masih banyak lagi yang bisa Anda lakukan dengan hipnoterapi. Boleh dibilang, hipnoterapi adalah kunci pembuka bagi segala masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku manusia.
Hipnosis (Inggris: hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan. Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam bawah sadar.
Hipnotis adalah keadaan dimana proses hipnosis dilakukan, dimana seseorang membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis. . Orang yang terhipnotis dipercaya berada dalam keadaan mental dimana perhatiannya menjadi terfokus, terkonsentrasi, dan pikirannya lebih mudah menerima permintaan atau sugesti.
2.      SARAN
Antroplogi kesehatan yang mempunyai akar sangat luas meliputi diantaranya tentang etnografi yang didalamnya terdapat Etnomedisn yang menangani tentang pengobatan melalui sihir,magic dan religi.Hipnoterapi siapapun dapan menggunakannya dan dimanapun asalkan penggunaannya tidak melanggar etika moral kita dalam artinya pergunakan lah yang positif dalam membantu seseorang mengatasi masalahnya, dan jangan dipergunakan untuk sesuatu yang negative sehingga mrugikan orang lain.















DAFTAR PUSTAKA

1.      FOSTER ANDERSON, Antropologi Kesehatan, 1986, Jakarta.
2.      KOENTJARANINGRAT,Pengatar Ilmu Antropologi,1990.Jakarta
3.      www.gogle.com 21 Maret 2011





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar